• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Bendera Simbol Harapan Garut Utara Dikibarkan: "Jangan Wariskan Air Mata, Tapi Wariskan Mata Air Kehidupan"

    Senin, 01 Juni 2026, Juni 01, 2026 WIB Last Updated 2026-06-01T01:54:07Z
    masukkan script iklan disini


    Garut.Opsjurnal.asia - Pengibaran bendera simbolik wilayah Garut Utara menjadi momen bersejarah yang menyita perhatian masyarakat Kabupaten Garut. Peristiwa ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi wadah refleksi sejarah sekaligus penguatan tekad kolektif untuk membangun masa depan yang lebih baik.

     

    Hal tersebut disampaikan oleh Rd H Holil Aksan Umarzen dalam pernyataannya berjudul "Bendera Garut Utara Sudah Dikibarkan, Maka Beranilah Melangkah", yang disampaikan Minggu (31/05/26)

     

    *Jejak Sejarah yang Menginspirasi*

     

    Dalam uraiannya, Aksan menyampaikan konteks sejarah bahwa wilayah yang kini dikenal sebagai Garut Utara dulunya berdiri sebagai Kabupaten Limbangan – sebuah wilayah pemerintahan yang memiliki identitas, budaya, dan kewibawaannya sendiri.

     

    Pada masa penjajahan kolonial Belanda, terjadi perubahan tata pemerintahan. Pusat kekuasaan dipindahkan ke Garut, dan jabatan Bupati Limbangan terakhir, Rd Adipati Wangsa Kusumah II, berakhir. Namun dari peristiwa itu lahirlah pesan berharga yang masih relevan hingga kini.

     

    "Beliau meninggalkan wasiat yang menyentuh hati: 'Makamkanlah aku di tempat biasa, karena aku sudah menjadi rakyat biasa'. Ini mengajarkan bahwa kehormatan sejati tidak terletak pada jabatan atau kekuasaan, melainkan pada pengabdian kepada tanah air dan sesama," jelasnya.

     

    *Semangat Kebangkitan, Bukan Dendam*

     

    Semboyan "Limbangan Ngadaun Ngora" yang digaungkan, ditegaskan bukanlah gerakan yang bernada memusuhi masa lalu atau pihak mana pun. Sebaliknya, ini adalah visi agung untuk membangkitkan kembali semangat persatuan dan kemajuan.

     

    "Bendera yang berkibar ini bukan simbol perlawanan, melainkan lambang harapan. Ia menjadi tanda bahwa masyarakat Garut Utara berhak mendapatkan pemerataan pembangunan, pelayanan publik yang lebih dekat, akses yang setara, dan kesejahteraan yang dirasakan oleh seluruh lapisan warga," tegasnya.

     

    *Pesan yang Menggugah Hati*

     

    Mengutip nasihat ulama besar Hasan al-Basri dan ayat suci Al-Qur'an, Aksan mengingatkan bahwa waktu terus berjalan tanpa dapat dihentikan atau diulang.

     

    "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."

    — (QS. Ar-Ra'd: 11)

     

    Ia menutup pernyataannya dengan seruan yang menjadi pesan utama, "Mari kita tinggalkan warisan yang membanggakan.

    - Jangan wariskan perpecahan, wariskan persatuan

    - Jangan wariskan keraguan, wariskan keyakinan

    - Jangan wariskan penyesalan, wariskan karya nyata

    - Jangan wariskan air mata, wariskan mata air kehidupan

     

    Bendera sudah berkibar. Waktu terus melaju. Sejarah tidak menunggu. Maka beranilah melangkah bersama!"

    (M.A.Zakariyya S.E)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini