Garut.Opsjurnal.asia — Sebuah transformasi besar yang disebut sebagai “lompatan kualitas” tengah digulirkan secara terstruktur dan terukur oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Garut. Bukan sekadar perubahan prosedur rutin, melainkan pergeseran paradigma mendasar dalam mengelola pelayanan publik dan menarik investasi, yang diproyeksikan menjadikan Garut sebagai salah satu daerah dengan tata kelola terbaik di Jawa Barat bahkan di tingkat nasional.
Hal tersebut terungkap dalam wawancara eksklusif yang dilakukan awak media Opsjurnal.asia melalui sambungan telepon pada hari Jumat, 19 Juni 2026, langsung dengan Kepala DPMPTSP Kabupaten Garut, Budi Gan Gan Gumilar S.IP., M.Si. Dalam pembicaraan yang mendalam tersebut, dipaparkan arah kebijakan, inovasi terbaru, serta target ambisius yang menjadi komitmen utama lembaga ini.
“Kita berani melangkah lebih jauh. Birokrasi yang lamban dan berbelit sudah tidak relevan lagi dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu, kami merancang sebuah sistem kerja baru: dari yang dulunya pemohon harus mengurus dan mencari, kini kami yang hadir, melayani, dan memastikan kepastiannya. Ini bukan janji semata, melainkan sebuah komitmen strategis yang telah disusun berdasarkan kajian mendalam dan dukungan teknologi mutakhir,” tegasnya dengan keyakinan tinggi.
Lima Pilar Strategis: Pondasi Kekuatan Perubahan
Seluruh kebijakan dan program kerja disusun dalam lima pilar utama yang saling terintegrasi, bertujuan menciptakan ekosistem yang kondusif bagi kemajuan daerah:
1. Pelayanan Cepat, Pasti, dan Sepenuhnya Berbasis Digital
Langkah ini menjadi tulang punggung utama reformasi yang dilakukan. Seluruh proses perizinan dan pelayanan dipindahkan ke dalam sistem daring yang terhubung secara terpusat.
“Kami mengoptimalkan Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (OSS) dan layanan elektronik lainnya, menyederhanakan Standar Operasional Prosedur, serta mengintegrasikan seluruh alur kerja melalui sistem E-Office. Melalui inovasi GARUT IZIN CEPAT, pemantauan berkas dapat dilakukan secara real-time, dilengkapi fitur e-Tracking lewat aplikasi pesan maupun situs resmi, hingga penggunaan tanda tangan elektronik terpadu. Transparansi kini bukan lagi pilihan, melainkan kenyataan yang dapat diakses kapan saja oleh publik,” jelasnya.
2. Tingkatkan Daya Saing dan Dorong Investasi Berkualitas
DPMPTSP tidak hanya bersikap pasif menunggu, tetapi bergerak aktif membangun citra dan kemudahan berusaha. Disusun peta potensi unggulan daerah, strategi promosi terarah, serta sistem pendampingan menyeluruh.
“Kami hadirkan Garut Investment Dashboard, layanan One Investor One Assistance, dan Portal Garut Smart Investment untuk memudahkan akses informasi. Target kami nyata dan terukur: mendorong pertumbuhan nilai investasi daerah rata-rata 15–20% setiap tahunnya. Ini menjadi penggerak utama perekonomian, pembukaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
3. Wujudkan Kepuasan Masyarakat di Atas 95 Persen
Keberhasilan pelayanan diukur langsung dari penilaian pengguna layanan. Oleh sebab itu, dikembangkan mekanisme pengawasan dan perbaikan berkelanjutan.
“Angka kepuasan lebih dari 95% bukanlah target yang mustahil. Kami dukung dengan layanan DPMPTSP Care 24 Jam, survei berbasis kode QR, hingga asisten pelanggan cerdas berbasis kecerdasan buatan. Setiap masukan dan keluhan menjadi bahan utama penyempurnaan sistem, sehingga layanan selalu berkembang sesuai kebutuhan,” tambahnya.
4. Bangun Tata Kelola yang Profesional dan Berintegritas
Reformasi menyentuh aspek internal melalui penerapan sistem elektronik menyeluruh dan penguatan nilai budaya kerja.
“Kami menargetkan predikat A pada Indeks Reformasi Birokrasi dan kualifikasi Sangat Baik pada Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Didukung sistem Smart Office, e-Kinerja, serta pengawasan berbasis data, kami tegakkan prinsip AKHLAK untuk memastikan setiap langkah kerja bersih, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
5. Perluas Jangkauan Layanan Hingga ke Desa
Terobosan yang paling dirasakan masyarakat luas adalah penghapusan hambatan jarak dan birokrasi.
“Dengan semangat ‘jemput bola’, kami hadirkan MOLINDA atau Mobil Layanan Perizinan Keliling, dirikan Gerai OSS di tingkat kecamatan, serta luncurkan program Desa Sadar Perizinan dan Investasi. Kini, warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah tidak perlu lagi datang jauh ke kantor pusat untuk mengurus keperluannya,” paparnya.
Selanjutnya, Sebagai payung besar yang menyatukan seluruh inovasi tersebut, ditetapkan program strategis jangka menengah dengan fokus pada lima sasaran utama: digitalisasi layanan 100%, perizinan yang cepat dan pasti, peningkatan investasi secara signifikan, pengembangan sumber daya manusia yang profesional, serta mewujudkan Mall Pelayanan Publik yang terintegrasi dan modern.
Mengusung tagline “Melayani dengan Cepat, Berinvestasi dengan Mudah, Membangun Garut yang Maju”, Kepala DPMPTSP menegaskan bahwa perubahan ini dilakukan sebagai wujud nyata dukungan terhadap visi pembangunan daerah.
“Ini adalah lompatan besar yang akan mengubah wajah pelayanan dan perekonomian kita. Jika dijalankan secara konsisten, maka Garut tidak hanya akan dikenal sebagai daerah tujuan wisata, tetapi juga menjadi kawasan yang paling kondusif untuk berusaha dan berinvestasi. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersinergi mewujudkan cita-cita ini,” pungkasnya mengakhiri wawancara.
(M.A. Zakariyya, S.E)


