Bojonegoro, Jatim | Opini.
Perbandingan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya menarik jika dilakukan dengan negara maju.
Jika dibandingkan dengan sejumlah negara berkembang, harga BBM Indonesia juga tergolong kompetitif.
Di Indonesia, harga BBM nonsubsidi berada pada kisaran Rp16.250 per liter untuk jenis Pertamax.
Sementara di India, harga bensin berada pada kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter.
Di Filipina, harga BBM berkisar antara Rp20.000 hingga Rp24.000 per liter tergantung wilayah.
Thailand mencatat harga bensin pada kisaran Rp18.000 hingga Rp22.000 per liter.
Di Vietnam, harga BBM berada pada kisaran Rp17.000 hingga Rp20.000 per liter.
Sementara Malaysia menjadi salah satu negara dengan harga BBM paling rendah di kawasan Asia Tenggara.
Kondisi tersebut tidak lepas dari kebijakan subsidi energi yang masih diberikan pemerintah Malaysia.
Selain itu, beberapa negara berkembang menerapkan pajak dan mekanisme pasar yang berbeda-beda.
Perbedaan kebijakan tersebut membuat harga BBM antarnegara berkembang tidak selalu sama.
Meski harga BBM Indonesia relatif kompetitif, faktor daya beli tetap menjadi perhatian utama.
Pasalnya, kemampuan masyarakat membeli BBM sangat dipengaruhi tingkat pendapatan masing-masing negara.
Sebagai contoh, rata-rata pendapatan pekerja di Thailand dan Malaysia masih lebih tinggi dibanding Indonesia.
Kondisi itu membuat beban pengeluaran untuk membeli BBM dapat berbeda meski selisih harganya tipis.
Karena itu, pengamatan terhadap harga BBM perlu disandingkan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Bagi sebagian kalangan, keterjangkauan BBM tidak hanya diukur dari harga, tetapi juga daya beli warga.
Perdebatan mengenai harga energi diperkirakan akan terus muncul seiring perubahan harga minyak dunia.
Namun secara umum, harga BBM Indonesia masih berada pada kelompok yang kompetitif di antara negara berkembang. [Agus].

