• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Cari Dan Kembalikan Setiap Anak Putus Sekolah: Bupati Garut Dr. Ir. H. Abdusyi Syakur Amin, M.Eng., IPU Berikan Perintah Tegas Kepada Kades Hasil PAW Yang Baru Dilantik

    Selasa, 09 Juni 2026, Juni 09, 2026 WIB Last Updated 2026-06-09T00:07:46Z
    masukkan script iklan disini

    Garut.Opsjurnal.asia - Di balik suasana khidmat dan penuh makna dalam pelantikan tujuh Kepala Desa hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) yang berlangsung di Ruang Pamengkang, Senin (8/6/2026), tersemat satu amanah yang berat namun sarat harapan. Bupati Garut Dr. Ir. H. Abdusyi Syakur Amin, M.Eng., IPU, tidak hanya mengukuhkan jabatan para pemimpin desa tersebut, tetapi juga melontarkan perintah tegas yang menyentuh akar masa depan daerah: mencari, menjemput, dan mengembalikan setiap anak yang terputus dari bangku pendidikan — tidak boleh ada satu pun yang tertinggal.

     

    Baginya, kemajuan sebuah daerah tidak diukur semata dari jalan raya yang mulus atau bangunan megah yang menjulang, melainkan dari seberapa serius ia menjaga dan mempersiapkan masa depan generasi mudanya. Dan garis pertahanan paling depan dalam menjaga hak pendidikan itu ada di pundak para kepala desa.

     

    “Saya melantik Bapak dan Ibu sekalian bukan hanya untuk mengurus surat-menyurat di balik meja kantor. Kalian adalah pemimpin yang paling dekat dengan denyut nadi kehidupan warga. Jika ada anak yang berhenti sekolah, itu bukan lagi urusan pribadi keluarga semata, melainkan menjadi tanggung jawab kita bersama. Cari keberadaan mereka, tanya apa penyebabnya, lalu carikan jalan keluarnya. Jangan biarkan masa depan mereka terhenti hanya karena keterbatasan keadaan atau ketidakpedulian kita,” ujar Bupati Syakur dengan nada tegas namun sarat kepedulian mendalam.

     


    Ia menegaskan, anak yang terputus pendidikannya adalah potensi berharga yang terbuang sia-sia, sekaligus menjadi pintu terbuka bagi berbagai persoalan sosial yang bisa muncul di masa mendatang. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Garut membuka tangan lebar-lebar untuk mendukung sepenuhnya setiap langkah yang akan diambil.

     

    “Jangan pernah katakan tidak ada jalan. Jika kendalanya soal perlengkapan sekolah seperti tas dan sepatu, kami siap menyediakannya. Jika terhambat masalah biaya, ada Program Indonesia Pintar dan berbagai bantuan resmi yang siap menjembatani. Yang kami butuhkan hanyalah keberanian untuk melaporkan dan ketekunan untuk menjemput mereka kembali. Hak atas pendidikan adalah hak mutlak setiap anak Garut, dan tidak boleh dirampas oleh keadaan apa pun,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

     

    Pesan ini terasa semakin dalam dan bermakna mengingat visi besar pemerintah untuk membangun Garut dari akarnya. Desa adalah fondasi pembangunan, dan anak-anak adalah benih yang harus disiram dengan ilmu pengetahuan agar kelak tumbuh menjadi kekuatan yang membawa kemajuan bagi daerah ini.

     

    Para kepala desa yang baru dilantik pun menyambut amanah tersebut sebagai panggilan suci. Mereka berjanji akan segera menyusuri setiap sudut dusun, mendengar keluh kesah orang tua, serta meyakinkan anak-anak bahwa pintu ilmu tetap terbuka lebar untuk mereka.

     

    “Ini bukan sekadar tugas administrasi biasa, melainkan amanah mulia untuk menjaga harapan masa depan. Kami akan segera turun ke lapangan, mendata satu per satu, dan berusaha semaksimal mungkin agar tidak ada satu pun anak yang terlantar pendidikannya di wilayah kami,” ujar salah satu kepala desa, menggambarkan tekad yang menyala.

     

    Bagi Bupati Syakur, langkah ini adalah awal nyata untuk memutus rantai kemiskinan dan ketertinggalan. Sebab, ketika anak-anak kembali duduk di bangku sekolah dan menuntut ilmu, maka masa depan Kabupaten Garut pun sedang dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

    (M.A. Zakariyya S.E)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini