Garut,OpsJurnal.Asia -
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menerima audiensi resmi dari pimpinan dan sivitas akademika Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jakarta. Pertemuan strategis ini turut dihadiri jajaran pejabat serta Aparatur Sipil Negara (ASN) lulusan IPDN yang kini mengabdi di lingkungan Kemenko Infra .
Rombongan IPDN dipimpin langsung Rektor IPDN, Dr. Halilul Khairi, didampingi Wakil Rektor, Kepala Biro, serta perwakilan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan. Pertemuan ini menjadi wadah penguatan sinergi antara institusi pencetak kader pemerintahan dengan kementerian koordinator pembangunan nasional .
Dalam diskusi yang berlangsung, Menko AHY menegaskan bahwa pembaruan birokrasi nasional wajib dilakukan secara bertahap namun menyentuh aspek mendasar, mencakup perbaikan sistem atau hard system hingga pembentukan budaya dan nilai organisasi.
“Transformasi birokrasi harus dilakukan secara gradual namun fundamental, mulai dari sistem kerja hingga kultur organisasi. Sebagai tulang punggung pemerintahan, seorang Pamong Praja harus memiliki pedoman moral yang mandiri, serta keberpihakan yang tegas dan hanya ditujukan bagi kepentingan negara dan masyarakat,” ujar Menko AHY dalam keterangannya usai pertemuan. Rabu, (13/05/26)
Di tengah dinamika zaman yang kerap mengutamakan kepentingan pragmatis, AHY mengingatkan IPDN harus tetap konsisten berperan sebagai kawah candradimuka yang melahirkan kader berkarakter dan beridealisme tinggi. Pendidikan kedinasan, kata dia, adalah pondasi utama pembentukan abdi negara, namun harus ditopang sistem yang memungkinkan nilai-nilai luhur itu tumbuh berkelanjutan — sejak masa pendidikan hingga saat bertugas di daerah.
“Pendidikan adalah fondasi mencetak abdi negara yang idealis. Namun hal itu tidak cukup, harus ada sistem yang menjaga nilai-nilai mulia itu tetap hidup dan terjaga, mulai dari kampus hingga penugasan di seluruh wilayah Indonesia,” tambahnya.
Pertemuan ini juga menyoroti keterkaitan erat antara politik, demokrasi, pemerintahan, dan pembangunan yang merupakan satu kesatuan tak terpisahkan. Oleh karena itu, setiap ASN dan abdi negara memegang peran sentral dalam menyempurnakan sistem pemerintahan, agar pembangunan di daerah berjalan efektif, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di akhir pertemuan, Menko AHY menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi IPDN dalam melahirkan pemimpin masa depan bangsa. Ia mengajak seluruh elemen untuk terus bersinergi membangun birokrasi yang modern, profesional, namun tetap kokoh memegang teguh nilai pengabdian luhur.
“Terima kasih atas kontribusi besar IPDN mencetak kader terbaik bangsa. Mari kita terus bergandengan tangan mewujudkan birokrasi yang maju, profesional, dan senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai pengabdian kepada negara,” pungkas AHY.
(M.A.Zakariyya S.E)


