Bojonegoro Jatim | OpsJirnal.Asia
Di tengah pembangunan Kabupaten Bojonegoro, asap rokok diam-diam terus menguras isi dompet rumah tangga.
Data konsumsi menunjukkan rokok masih menjadi pengeluaran terbesar masyarakat setelah kebutuhan pokok harian.
Warung kopi ramai, rokok tetap menyala, meski biaya sekolah, kesehatan, dan kebutuhan hidup terus meningkat tajam.
Dalam banyak keluarga, lauk bisa dikurangi, namun belanja rokok sering tetap dipertahankan setiap harinya.
Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan pribadi, tetapi sudah berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi daerah.
Miliaran rupiah habis menjadi asap, sementara sebagian keluarga masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar hidup.
Ironinya, rokok tetap mudah dibeli bahkan ketika daya beli masyarakat mulai tertekan keadaan ekonomi.
Budaya merokok kini tak hanya soal konsumsi, tetapi juga simbol pergaulan dan kebiasaan yang mengakar lama.
Program pengentasan kemiskinan terasa berat jika pengeluaran rumah tangga terus bocor lewat konsumsi rokok.
Kesejahteraan bukan hanya soal pendapatan tinggi, tetapi juga tentang ke mana uang keluarga dibelanjakan. [Ags].

