Garut,OpsJurnal.Asia -
Keberadaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang selama ini menjadi pilar utama pembinaan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput, kini menuai sorotan tajam dari warga. Di tengah gencarnya visi pembangunan Garut Hebat 2026, banyak warga mengaku tidak lagi merasakan denyut aktivitas maupun manfaat nyata dari kedua lembaga tersebut di lingkungan tempat tinggal mereka.
Keresahan ini mengemuka secara terbuka dalam ruang dengar pendapat di grup diskusi warga RRG. Seorang warga yang akrab disapa Nin melontarkan pertanyaan kritis yang mewakili suara banyak pihak, sekaligus mempertanyakan peran Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten yang umumnya dijabat oleh Ibu Bupati Garut.
Dalam ungkapannya yang bernada kecewa namun lugas menggunakan bahasa Sunda, Nin menyampaikan: “Ieu sosok Ibu Bupati Garut teh baraya Garut, nembe jelas katinggalna abdimah... Punteun bade tumaros ka Ibu Bupati Garut, ari Posyandu sareng PKK sa Garut aya keneh teu? Atanapi tos teu dipungsikan deui dijaman 2026 ayeuna mah?”
Artinya, secara bebas: "Sosok Ibu Bupati ini adalah kerabat orang Garut, tapi justru sangat terasa ada yang tertinggal... Izinkan saya bertanya kepada Ibu Bupati, apakah Posyandu dan PKK di Garut ini masih ada? Atau memang sudah tidak difungsikan lagi di tahun 2026 ini?"
Keluhan ini bukan sekadar pertanyaan retoris, melainkan cerminan kondisi di lapangan yang dirasakan langsung warga. Menurut Nin, dulu kegiatan Posyandu dan PKK selalu terdengar suaranya, terlihat gerakannya di setiap kampung, namun kini semuanya seraya hilang.
“Asa teu kadungu teu ninggal kegiatan PKK atanapi Posyandu sa Garut dijaman kepemimpinan Garut Hebat 2026 mah. Kalahkah lolobana nu kadungu ngan suara gaang jeung bancet wungkul...” tambahnya.
Kalimat tersebut bermakna: "Rasanya tidak terdengar, tidak terlihat sama sekali kegiatan PKK maupun Posyandu di masa kepemimpinan Garut Hebat 2026 ini. Justru yang lebih sering terdengar hanya hiruk-pikuk, suara gaduh, dan perdebatan saja..."
Dulu Sangat Aktif, Kini Tak Berdenyut
Bagi masyarakat Garut, Posyandu dan PKK memiliki sejarah panjang dan peran vital. Posyandu menjadi pusat rutin pemantauan kesehatan balita, ibu hamil, pemberian imunisasi, hingga penyuluhan gizi. Sementara PKK dikenal luas dengan 10 program pokoknya yang menyentuh aspek pengelolaan ekonomi keluarga, pendidikan, kesehatan lingkungan, hingga keterampilan perempuan. Keduanya adalah ujung tombak pembangunan yang menyentuh langsung rumah tangga warga.
Namun, di tengah era pemerintahan saat ini, denyut nadi kegiatan tersebut dinilai semakin redup, bahkan vakum total di banyak wilayah. Warga menilai, kedua wadah strategis ini kini seolah hanya ada di atas kertas atau laporan administrasi, namun nyaris tak berfungsi di tengah masyarakat.
Kekosongan peran ini semakin disayangkan mengingat posisi Ketua TP PKK Kabupaten yang dijabat oleh istri Bupati, yang diharapkan menjadi motor penggerak dan teladan, justru dirasakan kurang menyentuh hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Padahal, kehadiran dan arahan dari Ibu Bupati sangat dinanti untuk membangkitkan kembali semangat ribuan kader yang tersebar di seluruh pelosok Garut.
Pembangunan Merata, Jangan Lupakan Fondasi Keluarga
Suara kritis yang disampaikan Nin ini menjadi bukti bahwa masyarakat masih sangat membutuhkan keberadaan Posyandu dan PKK. Warga mempertanyakan, apakah lembaga ini memang masih diberdayakan, atau justru peran dan alokasi anggarannya telah bergeser ke program lain, sehingga pelayanan dasar ke masyarakat terhenti di tengah jalan.
Di saat pemerintah daerah gencar melakukan pembangunan fisik dan program strategis lainnya, warga berharap fondasi kesejahteraan keluarga tidak ikut tertinggal. Warga menuntut kejelasan dan kepastian: apakah Posyandu dan PKK akan kembali digerakkan, atau memang sudah bukan lagi menjadi prioritas dalam visi Garut Hebat 2026?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Garut maupun jajaran TP PKK Kabupaten terkait pertanyaan dan keluhan yang disampaikan masyarakat ini.
(M.A.Zakariyya S.E)

