• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Penghargaan Bergengsi Menjadi Kado Istimewa Membanggakan Dalam Pergelaran Festival Sriwijaya XXXIV Tahun 2026, Kabupaten Musi Banyuasin Raih 5 Sertifikat WBTB Atas Penetapan Seni dan Budaya Muba Sebagai Warisan Budaya tak Benda (WBTB).

    Sabtu, 16 Mei 2026, Mei 16, 2026 WIB Last Updated 2026-05-17T08:40:54Z
    masukkan script iklan disini


    Muba, Opsjurnal.asia—  Festival Sriwijaya XXXIV Resmi dibuka, Pembukaan di Dekranasda Provinsi Sumatera selatan, jakabaring kota Palembang, Jumat  (15/05/2026 ) malam.

    Pembukaan festival berlangsung meriah dengan penampilan seni budaya dari berbagai daerah di Sumatera Selatan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nova Arisne, para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, para bupati dan wali kota se-Sumatera Selatan atau yang mewakili, serta sejumlah tokoh budaya dan pelaku seni.


    Kemegahan acara bertajuk  " The Ancient Relics of Sriwijaya" dan terlihat dalam acara tersebut dihadiri Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Musi Banyuasin, Hj Fatimah toha didampingi sejumlah penjabat Musi banyuasin.


    Sejumlah penjabat Musi banyuasin yang hadir ikut mendampingi rangkaian kegiatan Festival budaya yakni Asisten 1 Setda Muba Ardiansyah PhD, Kepala Disdikbud Muba Yayan, S.E.,M.M., Plt. Kepala Dinas kominfo Muba Daud Amri, S.H., Kepala Bappeda Muba, Dr. Mursalin, S.E., M.M, serta Kepala Dispopar Muba Dr M Fariz, SSTP., M.M., di wakili Kabid pariwisata Busriyanto,  S.E., Msi. 


    Dalam kesempatan yang sama, dilaksanakan pula penyerahan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia kepada sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.  

    Penetapan WBTB Sebelumnya telah melalui sidang Tim ahli Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Jakarta (05-11 Oktober 2025). 


    Sertifikat WBTB tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang, S.H., kepada masing-masing perwakilan kabupaten/kota. Mewakili Bupati Musi Banyuasin, sertifikat diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin Yayan, S.E., M.M.


    Kabupaten Musi Banyuasin menjadi daerah dengan perolehan sertifikat WBTB terbanyak di Sumatera Selatan dengan menerima lima sertifikat sekaligus. Adapun lima Warisan Budaya Tak Benda asal Musi Banyuasin tersebut meliputi Tari Burung Putih, Tari Ulang-Ulang, Diundai Naik Sialang, Sedakah Rame Kertayu, dan Bakul Tangkal. 


    Penghargaan bergengsi menjadi kado istimewa  yang membanggakan bagi Kabupaten Musi banyuasin dalam pergelaran festival Sriwijaya XXXIV Tahun 2026 . 


    Penghargaan bergensi ini mengukuhkan Muba dalam posisi sebagai penjaga kelestarian tradisi di Sumatera selatan. 


    Ketua Tim Penggerak PKK Musi Banyuasin Hj Patimah Toha, menyampaikan apresiasi tinggi atas penetapan seni dan budaya Muba sebagai warisan budaya tak benda. 


    Menurut Hj Patimah Toha, Pengakuan ini adalah bukti nyata kekayaan tradisi daerah yang memiliki nilai luhur sangat berharga dan wajib di lestarikan.


    "Ini suatu kebanggaan untuk masyarakat Muba. Penetapan seni dan budaya Muba sebagai Warisan Budaya Takbenda harus menjadi penyemangat untuk kita semua dan  terus merawat, melestarikan, hingga mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda,” ujar Patimah.


    Lebih lanjut, Hj. Patimah menyoroti peran penting ajang Festival Sriwijaya yang rutin digelar. Menurutnya, festival tersebut bukan sekadar ajang perayaan seni dan budaya, namun juga menjadi ruang edukasi untuk mengenalkan sejarah serta Kerajaan Sriwijaya kepada masyarakat luas, terutama generasi penerus bangsa.


    Patimah menambahkan, Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Banyuasin memberikan dukungan penuh terhadap segala upaya pelestarian budaya yang dapat memperkokoh karakter keluarga serta masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengenalan nilai-nilai budaya sebaiknya dimulai dari lingkungan keluarga, sebagai ruang pendidikan karakter untuk anak-anak.


    “Pengenalan budaya sejak dari lingkungan keluarga menjadi salah satu cara paling efektif untuk menanamkan rasa cinta yang mendalam terhadap daerah dan juga terhadap bangsa,” tuturnya.


    Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, S.H., menyampaikan bahwa tema kegiatan kali ini yakni ‘The Ancient Relics of Sriwijaya’ mengajak seluruh masyarakat untuk kembali mengenali  jejak kejayaan peradaban Sriwijaya. Ia menegaskan, warisan budaya yang ada tidak boleh hanya sekadar menjadi kenangan atau cerita masa lalu, melainkan harus terus dihidupkan agar dapat memberikan manfaat nyata bagi  masyarakat.


    “Budaya tidak boleh hanya disimpan sebagai cerita masa lalu. Budaya harus tetap hidup, memiliki nilai, dan menjadi bagian dari kekuatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.


    Lebih lanjut, Cik Ujang juga mengajak seluruh Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Sumsel  untuk terus menggali, merawat, serta mempromosikan kekayaan seni dan budaya di daerah masing-masing. Hal ini penting dilakukan sebagai daya tarik sektor pariwisata sekaligus memperkokoh jati diri dan identitas daerah itu sendiri. [ Kasogi ].

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini