Bojonegoro, Jatim | OpsJurnal.Asia.
Dugaan pencurian alat molen proyek pembangunan di Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, memicu perhatian warga.
Peristiwa itu disebut terjadi di area proyek KDMP yang tengah digunakan untuk mendukung pembangunan fasilitas desa.
Kasus tersebut ramai dibahas setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan kejadian itu tersebar luas di media sosial.
Video rekaman diunggah akun komunitas Lingkar Jonegoro dan langsung menarik perhatian banyak pengguna Facebook.
Berdasarkan rekaman yang beredar, kejadian berlangsung pada Selasa malam sekitar pukul 22.10.41 WIB di lokasi proyek.
Dalam tayangan CCTV terlihat kendaraan jenis pikap masuk ke area proyek sebelum membawa alat molen tersebut.
Alat molen itu diketahui merupakan aset proyek pembangunan KDMP yang sebelumnya masih dipakai pekerjaan desa.
Unggahan video disertai tulisan yang menyebut molen proyek KDMP Desa Sobentoro diduga dicuri pakai pikap.
Informasi tersebut cepat menyebar di media sosial dan memancing beragam komentar serta reaksi dari masyarakat.
Dalam waktu singkat, unggahan itu disebut telah ditonton lebih dari 12 ribu kali oleh pengguna Facebook.
Postingan tersebut juga mendapat puluhan tanda suka, komentar warga, hingga beberapa kali dibagikan ulang.
Sebagian warga mengaku prihatin karena alat proyek yang dipakai untuk pembangunan desa justru dilaporkan hilang.
Komentar bernada sindiran juga bermunculan di kolom unggahan yang kini ramai menjadi pembahasan warga.
“Gak apa iklas kok kalo milik negara deipada di korupsi mending rakyatnya yg ambil,” tulis Hasim Widyarti.
Komentar tersebut dianggap menyindir persoalan pengelolaan aset negara yang sering dipandang tidak jelas arahnya.
Sementara Mono Barlyan menulis, “itu lho cma molen, msih bnyak yg lainya,” yang memancing tanggapan lain.
Komentar itu dianggap menggambarkan kekhawatiran warga terhadap keamanan aset proyek lainnya di lapangan.
Masalah pengelolaan proyek juga ikut disorot warga dalam kolom komentar unggahan video tersebut.
“bysae mslh keuangan mbulet mandor gk tanggung jwb ditinggl mlayu,” tulis akun Sobi Ingin Dimengerti.
Komentar itu mengarah pada dugaan adanya persoalan internal proyek dan lemahnya tanggung jawab pengelola.
Dalam bahasa daerah, warga juga menyampaikan sindiran terkait kejadian hilangnya alat proyek pembangunan itu.
“Bolo dewe paling ra kerumah duwet panas nggondol molen,” tulis akun Juremi Mi di kolom komentar.
Komentar tersebut dimaknai sebagai bentuk kekesalan warga terhadap situasi yang dianggap tidak semestinya terjadi.
Warga lain mempertanyakan keamanan proyek yang dinilai kurang mendapat pengawasan saat malam hari tiba.
“Bukanya KDMP dikawal sragam ijo,” tulis akun Pesisir Semar Mendem dalam komentarnya di unggahan itu.
Komentar singkat lain juga muncul dari Dharma Teknik yang hanya menulis satu kata, yakni “Kelas”.
Meski singkat, komentar itu dianggap sebagai sindiran terhadap kelalaian yang terjadi di lokasi proyek tersebut.
Ada pula warga yang mengaku kaget dan tidak percaya alat proyek bisa hilang dengan cara seperti itu.
“Gla temen,” tulis Abd Maten singkat sebagai bentuk keheranan atas kejadian yang ramai dibahas warga.
Komentar bernada candaan juga terlihat dalam unggahan yang terus menyebar luas di media sosial tersebut.
“Molen nk bakul molen akhu,” tulis Sholeh Udin sambil menambahkan emoji tertawa di akhir komentarnya.
Sebagian warga juga membandingkan kasus ini dengan isu besar lain terkait pengelolaan keuangan negara.
“Bagaimana dg yg 371 T,” tulis akun Bakul Motor yang memancing diskusi baru di kolom komentar.
Tidak sedikit warga mengaku bingung melihat alat proyek bisa diangkut tanpa ada yang menghentikan.
“Piye kok awuran wong sakki,” tulis Gondrong Ogm Anarcho disertai gambar bertuliskan kata “HERAN”.
Ungkapan lokal lain juga muncul dalam komentar warga yang mengikuti perkembangan isu tersebut di media sosial.
“Bener yen ra ngedan ra keduman,” tulis akun Lilik Hrtn dalam kolom komentar unggahan video CCTV itu.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait identitas pelaku maupun perkembangan penanganan kasus tersebut.
Belum diketahui apakah kejadian itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian atau masih tahap penelusuran awal.
Pihak pengelola proyek maupun pemerintah desa juga belum memberikan keterangan resmi kepada masyarakat.
Warga berharap ada klarifikasi terbuka agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi berbagai spekulasi.
Kasus ini kembali menunjukkan cepatnya isu lapangan menyebar melalui media sosial di tengah masyarakat.
Pengawasan terhadap aset proyek dinilai penting agar fasilitas pembangunan desa tetap aman dan terjaga.
Masyarakat berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi pada proyek pembangunan lain di wilayah Kabupaten Bojonegoro. [Agus].

