Besitang,OpsJurnal.Asia -
Memperingati Hari Bumi 2026, PT Elnusa Tbk (ELSA) yang merupakan Anak Perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya dalam menciptakan nilai berkelanjutan melalui kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terukur.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Elnusa mencatat penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 3.079 ton CO₂e, meningkat signifikan dibandingkan 367 ton CO₂e pada 2022.
Tren penurunan emisi yang konsisten ini mencerminkan efektivitas strategi dekarbonisasi berbasis efisiensi energi, optimalisasi operasional, serta implementasi prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sekaligus memperkuat kontribusi terhadap target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Ungkap Corporate Secretary Elnusa,Rustam Aji menyampaikan Di sisi pengelolaan limbah, Elnusa berhasil mengurangi 178.606 botol plastik melalui program berbasis teknologi Reverse Vending Machine (RVM) bekerja sama dengan PlasticPay.
Inisiatif ini tidak hanya menekan jejak karbon dari plastik sekali pakai, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju ekonomi sirkular, yang semakin relevan dalam perspektif keberlanjutan dan ekspektasi investor global.
Di tengah upaya perusahaan 'plat merah' ini mengelola limbah plastik melalui program RVM,
Di lokasi Sumur Tungkam I milik Pertamina EP Pangkalan Susu Field malah terlihat pemandangan yang sangat kontras.
Bagaimana tidak, di lokasi sumur Tungkam I yang terletak di Kelurahan Bukit Kubu, Kecamatan Besitang, berbagai jenis sampah, termasuk sampah plastik berserakan tanpa ada perhatian.
Pantauan wib lapangan, Jum'at (08/5), berbagai jenis sampah rumah tangga yang didominasi sampah berbahan plastik berserakan di lokasi sumur milik perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
Membuang sampah tidak pada tempatnya ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun, namun belum ada terlihat upaya pencegahan atau dari pihak Pertamina EP yang merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan Zona I.
Bebasnya masyarakat membuang sampah di lokasi ini menuai sorotan publik. Warga mempertanyakan komitmen perusahaan 'plat merah' ini terkait tanggungjawab sosial dan lingkungan.
Pihak perusahaan seharusnya tidak hanya bertanggungjawab pada kinerja energi, tapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Melalui penerapan praktik ramah lingkungan di area operasi, menunjukkan pertumbuhan energi dapat berjalan beriring dengan pelestarian lingkungan.
Lokasi Sumur Tungkam I ini beberapa waktu lalu pernah dilakukan eksplorasi, namun gagal mendapatkan sumber minyak dan gas (Migas). Setelah usaha pengeboran gagal total, lokasi sumur ini ditinggalkan begitu saja.
Akibat kurangnya pengawasan terhadap aset tanah dari pihak Pertamina EP, masyarakat menjadikan lokasi bak sebagai tempat pembuangan akhir sampah. Untuk menjaga kebrsihan lingkungan, problem ini hendaknya menjadi perhatian pihak Pertamina EP P. Susu,ketika di kompirmasi baru - baru ini humas pertamina wahyu melelui WhatsApp nomor hp,081261169516
terkait sampah plastik rumah tangga yang ada di lokasi sumur tungkam l besitang,apa antisipasinya pak dari humas pertamina humas tidak menjawab.(ERI)

