Garut,OpsJurnal.Asia -
Nama AKP Iwan Soleh Juniawan, S.Sos., M.Si, bukan nama asing bagi masyarakat Kabupaten Garut. Perwira menengah yang memiliki latar belakang akademis mumpuni hingga jenjang magister ini dikenal memiliki rekam jejak pengabdian yang luar biasa, tangguh di lapangan, serta piawai membangun kedekatan dengan masyarakat berbekal keilmuan sosial yang dimilikinya.
Kabar terbaru menyebutkan, setelah sukses memimpin tiga kecamatan besar sekaligus—Leuwigoong, Cisurupan, hingga Malangbong—AKP Iwan Soleh Juniawan kini resmi dipercaya mengemban amanah baru sebagai Kepala Bagian Perencanaan (Bagren) di Polres Tasikmalaya Kota. Jabatan ini dinilai sangat strategis dan krusial karena memegang kendali atas perencanaan, pengembangan, evaluasi program kerja, hingga pengelolaan aset vital institusi kepolisian di wilayah hukumnya.
Pergeseranan tugas ini menjadi sorotan publik, mengingat rekam jejak suksesnya saat memimpin satuan kewilayahan di Garut. Melalui wawancara eksklusif lewat sambungan telepon yang dilakukan oleh Kepala Perwakilan Jabar media Opsjurnal.asia, M.A. Zakariyya, S.E, AKP Iwan membuka suara menanggapi langkah kariernya yang kian menanjak ini, Senin (18/05/2026).
Latar Belakang Akademis: Ilmu Sosial Jadi Modal Utama Bertugas
Dikenal sebagai perwira yang cerdas dan berintegritas, AKP Iwan Soleh Juniawan menamatkan pendidikan tingginya hingga meraih gelar Sarjana Sosial (S.Sos.) dan Magister Sains (M.Si.). Bekal keilmuan inilah yang menjadi landasan kuat baginya dalam memahami dinamika sosial masyarakat, karakter budaya, serta pola interaksi di tengah masyarakat.
Kombinasi antara kemampuan operasional di lapangan dan pemahaman ilmiah tentang sosial kemasyarakatan menjadikan gaya kepemimpinannya selalu dinilai tegas namun tetap manusiawi. Ia dikenal mampu menyelesaikan persoalan keamanan dengan pendekatan persuasif dan berbasis kearifan lokal.
Perjalanan pengabdiannya di tanah Garut dimulai saat dipercaya menjabat Kapolsek Leuwigoong. Wilayah yang dikenal sebagai kawasan perbatasan dengan potensi konflik sosial cukup tinggi, berhasil ia kendalikan dan ubah menjadi wilayah yang sangat kondusif berkat penerapan sistem keamanan berbasis komunitas.
Kinerja gemilangnya di Leuwigoong membawanya mendapat kepercayaan lebih besar untuk memimpin Polsek Cisurupan. Wilayah berkarakter pegunungan dengan cakupan luas dan akses sulit, berhasil ia tata. Selama menjabat, kepercayaan publik dari warga desa-desa terpencil meningkat tajam berkat kehadiran personel yang ia gerakkan hingga ke pelosok. Tak heran, saat pamit pindah ke Malangbong, banyak tokoh masyarakat yang mengaku kehilangan sosok pemimpin yang dekat hati rakyat.
Puncak karier operasionalnya di Garut adalah saat memimpin Polsek Malangbong, kecamatan terbesar dan terpadat dengan dinamika ekonomi dan sosial yang sangat kompleks. Di tangan AKP Iwan, angka kriminalitas berhasil ditekan secara signifikan, sementara indeks kepercayaan masyarakat terhadap Polri melonjak tinggi. Ia tak hanya sibuk menegakkan hukum, namun juga aktif terlibat dalam kegiatan sosial dan pembangunan daerah.
Tantangan Baru: Dari Lapangan Menuju Meja Perencanaan Strategis
Kini, babak baru pengabdiannya dibuka dengan penempatan sebagai Kabagren Polres Tasikmalaya Kota. Posisi ini bukan sekadar rotasi biasa. Bagren memegang peran vital dalam merancang program kerja, menjamin ketersediaan sarana prasarana, serta memastikan aset-aset negara terkelola dengan baik dan mendukung kinerja seluruh satuan.
Dihubungi di ruang kerjanya yang baru, AKP Iwan Soleh Juniawan, S.Sos., M.Si. menyambut amanah ini dengan rendah hati namun penuh semangat. Ia menegaskan, pengalaman tiga wilayah di Garut adalah guru terbaik yang kini dibawanya ke Tasikmalaya Kota.
“Tiga wilayah besar di Garut—Leuwigoong, Cisurupan, dan Malangbong—telah memberikan saya pelajaran hidup yang sangat berharga. Beragam karakter wilayah, mulai dari perbatasan, pegunungan, hingga kawasan ekonomi padat, telah melatih saya memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat dan anggota di lapangan. Bekal itulah yang kini saya bawa ke sini, ke Polres Tasikmalaya Kota,” ujar AKP Iwan dengan nada tenang dan berwibawa.
Ia mengakui, ada perbedaan mendasar antara tugas sebelumnya dan sekarang. Jika dulu ia berhadapan langsung dengan persoalan keamanan, kini tanggung jawabnya bergeser memastikan ketersediaan fasilitas dan perencanaan yang matang agar anggota di lapangan bisa bekerja maksimal.
“Dulu saya berhadapan langsung dengan dinamika keamanan. Sekarang, saya bertanggung jawab memastikan fasilitas, aset, dan sarana prasarana kepolisian layak, memadai, dan mendukung kinerja anggota di lapangan. Bagian Perencanaan dan Renovasi ini urusannya kelayakan tempat kerja dan sarana penunjang. Prinsip saya tetap sama: kerja ikhlas, profesional, transparan, dan berorientasi pada manfaat. Kalau fasilitasnya baik, maka pelayanan ke masyarakat juga pasti maksimal,” tegasnya.
Bukti Kompetensi: Karier Diuji Lewat Berbagai Penempatan
Langkah karier AKP Iwan Soleh Juniawan ini menjadi bukti nyata penilaian organisasi terhadap kompetensi dan integritas personel. Banyak pihak menilai, penempatan pejabat berlatar belakang pendidikan tinggi dan rekam jejak bersih di posisi pengelola aset adalah strategi tepat untuk menjamin akuntabilitas dan efektivitas organisasi.
Menanggapi pandangan yang berkembang di masyarakat, ia menegaskan bahwa setiap penempatan adalah amanah yang harus dijalankan sebaik mungkin, tanpa memandang wilayah atau jenis jabatan.
“Di mana pun ditempatkan, itu adalah perintah dan kepercayaan yang harus saya jalankan sebaik mungkin. Saya tidak memandang jabatan sekadar sebagai posisi, melainkan sebagai ladang pengabdian. Ke Garut saya berikan yang terbaik sepanjang masa tugas saya, dan untuk Tasikmalaya Kota pun saya siapkan kemampuan maksimal, ilmu, dan tenaga yang saya miliki,” pungkasnya.
Kepindahannya meninggalkan kesan mendalam bagi warga Garut, sementara di Tasikmalaya Kota, kehadirannya disambut harapan besar. AKP Iwan Soleh Juniawan kini menjadi teladan bahwa karier di kepolisian dibangun atas dasar kualifikasi pendidikan, kerja nyata, integritas, dan kedekatan yang tulus dengan masyarakat. Dari jalanan Leuwigoong hingga puncak Cisurupan, dari hiruk-pikuk Malangbong hingga ruang strategis di Tasikmalaya Kota, namanya tercatat sebagai sosok yang selalu membawa angin segar.
(M.A.Zakariyya S.E)

