Bojonegoro Jatim | OpsJurnal.Asia
Sebanyak 85 titik KDMP di 22 kecamatan di Bojonegoro disiapkan untuk peluncuran nasional serentak pada 16 Mei 2026.
Peninjauan kesiapan KDMP dipusatkan di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, dan dihadiri Wakil Panglima TNI bersama Forkopimda.
Rombongan Wakil Panglima TNI tiba di Stadion Letjend H. Soedirman Bojonegoro menggunakan helikopter dari Nganjuk.
Kegiatan turut dihadiri Menteri Koperasi, Dirjen Bina Pemerintahan Desa, serta pejabat kementerian bidang pangan.
Kodim Bojonegoro mencatat pembangunan KDMP telah mencapai 396 titik dari total 430 desa dan kelurahan.
Sebanyak 160 titik KDMP dilaporkan telah mencapai progres pembangunan 100 persen dan siap mendukung operasional awal.
Pemerintah juga menyiapkan listrik, air, serta pemetaan usaha sesuai potensi ekonomi masyarakat di masing-masing desa.
KDMP diproyeksikan menjadi pusat perputaran ekonomi desa sekaligus memperkuat pemasaran produk warga lokal.
“Kami berharap KDMP nantinya benar-benar menjadi pusat perputaran ekonomi desa,” ujar Dandim Bojonegoro.
Pengembangan KDMP juga diarahkan untuk mendukung UMKM, layanan kesehatan, dan pengelolaan sampah modern desa.
Teknologi pyrolysis berbasis zero waste mulai dipersiapkan sebagai bagian pengelolaan sampah di sejumlah titik KDMP.
“Yang penting operasional berjalan dan masyarakat merasakan manfaatnya,” tegas Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita.
Ia meminta seluruh gerai KDMP benar-benar siap beroperasi, termasuk sarana pendukung dan ketersediaan produk usaha.
“Kami mendukung penuh keberadaan KDMP agar mampu menggerakkan ekonomi desa,” kata Bupati Setyo Wahono.
Pemkab Bojonegoro menilai penguatan offtaker, SDM, dan jejaring UMKM menjadi tantangan penting pengembangan KDMP.
Sinergi pemerintah daerah, TNI, kementerian, dan masyarakat diharapkan memperkuat keberhasilan program KDMP nasional. [Ags].

