Bojonegoro Jatim | OpsJurnal.Asia
Gatut Sunu Wibowo terjaring Komisi Pemberantasan Korupsi dalam OTT yang menggemparkan publik, 10 April 2026 malam hari.
Sebelum kasus ini, hubungannya dengan wakilnya, Ahmad Baharudin, sempat diwarnai ketegangan.
Gatut dikenal sebagai pengusaha bahan bangunan di Kecamatan Bandung, Tulungagung, Indonesia sebelum terjun ke politik.
Ia masuk panggung politik 2021, mengisi kursi wakil bupati yang ditinggalkan Martoyo Birowo.
Martoyo naik jadi bupati menggantikan Syahri Mulyo yang ditangkap KPK pada 2018.
Di DPRD Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia, Gatut unggul dari Panhis Yody Wirawan yang diusung Partai NasDem.
Gatut mendampingi Martoyo memimpin Tulungagung beberapa tahun hingga jelang kontestasi 2024.
Pada 2024, hubungan politik Gatut dan Martoyo retak. Keduanya berebut rekomendasi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
DPP partai memilih Martoyo sebagai petahana. Gatut lalu berlabuh ke Partai Gerakan Indonesia Raya.
Gerindra awalnya merekomendasikan Ahmad Baharudin–Danang Catur Budi Utomo.
Akhirnya, Baharudin menjadi pendamping Gatut. Mereka mengusung nama “Gabah” sebagai duet politik.
Koalisi pendukung meliputi Gerindra, Partai Golongan Karya, dan Partai Keadilan Sejahtera.
Di Pemilihan Umum 2024, pasangan Gatut–Baharudin mengalahkan tiga rival.
Mereka juga menumbangkan petahana Martoyo–Didik Girnoto Yekti dengan raihan 297.882 suara (50,72%).
Namun dinamika tak reda. Baharudin mengaku tak dilibatkan bupati dalam penentuan pejabat daerah. [Ags].

