• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Sahlan, Sekolah Tidak Transparan Dalam Pengelolaan Dana BOS Dan Uang Komite

    Sabtu, 13 Juni 2026, Juni 13, 2026 WIB Last Updated 2026-06-13T09:35:03Z
    masukkan script iklan disini

     



    Tebing Tinggi, OpsJurnal.Asia - 


    Banyak nya suara masyarakat yang menginginkan pendidikan gratis dari pada Makan Bergizi, Gratis pada saat ini  adalah hal yang lumrah. Demikian yang di sampaikan Sahlan salah seorang Wali murid saat di minta tanggapan nya Oleh awak media 12/6/26, saat duduk nyantai sambil bincang terkait Dunia Pendidikan saat ini ,di sebuah kedai kopi di jalan Gunung lauser Tebing Tinggi. Karena selama ini sebelum ada nya program MBG juga keadaan siswa nya dalam hal gizi sama saja dengan saat ini,ujarnya.


    Kalau menurut Saya pada saat ini terkhusus untuk yang punya anak di SMA Negeri dan SMK negeri  . Intinya Jangan pernah mau bayar uang Sekolah berkedok sumbangan suka rela. tapi di tentukan nominalnya. 


    Sekolah bisa mendapatkan dana dari sumbangan tidak mengikat, dan tidak di tentukan jumlahnya, atau jangka waktu pembayarannya yang di galang oleh Komite Sekolah. Namun hal ini harus transparan antara pihak Sekolah dan komite terkait dana yang di dapat dalam pengelolaannya. Hal ini juga telah di atur di dalam Permendikbud nomor 75 tahun 2016.


    Bahkan  sampai saat ini pun, pihak sekolah dan komite tidak pernah transparan ke publik  hasil dari pendapatan yang di Galang komite Sekolah dalam pendapatan penggalan dana suka rela tersebut. 



    Sahlan juga mengatakan ' ,Komite sekolah bukan di bentuk  untuk memungut biaya dari orang tua siswa  , tapi mencari Dana dari badan badan usaha atau perorangan yang berkompeten di Dunia pendidikan. Seperti yang tertuang dalam pasal 10 dan 11 Permendikbud nomor 75 tahun 2016.

    Adanya sering kita dengar uang komite yang di pungut dari para siswa yang nilainya telah di tentukan, tentunya sudah menyalahi aturan. 


    Sahlan juga mengatakan ,' Selama ini Dana BOS  (Bantuan Operasional Sekolah) yang di gulirkan Pemerintah tergolong besar, dan saya rasa cukup untuk menggratiskan Siswa SMA N dan SMKN. 1,5 sampai 1,6 jt  per siswa pertahun bila di kalikan jumlah Siswa di  SMAN dan SMKN yang rata rata muridnya Seribuan orang dah 1,5 m lebih setiap Sekolah pertahunnya  yang di dapat Sekolah, hanya saja selama ini pihak Sekolah tidak pernah transparan pada masyarakat. 


    Kasus penangkapan Dua orang Yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Sumut setahun yang lalu terkait pengutipan ' Uang dari dana BOS di wilayah Batu Bara Oleh Oknum yang tidak bertanggung jawab, bisa menjadi cerminan kita, bahwa sebenarnya Dana BOS itu cukup untuk menggeratis kan uang Sekolah Siswa yang selama ini di pungut Sekolah. 


    Belum lagi dana yang di dapat dari proposal komite Sekolah, kalau komite Sekolah bilang tidak ada dapat dana dari luar orang tua Siswa, berarti mereka tidak berkompeten, dan lebih baik di bubarkan saja,Tutup nya.

    (**)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini