Bojonegoro Jatim, OpsJurnal.Asia
Kesadaran kesehatan keluarga kembali diperkuat lewat edukasi bahaya hipertensi di lingkungan Kominfo Bojonegoro.
Kegiatan Dharma Wanita Persatuan berlangsung di Gedung Pemkab Bojonegoro pada Selasa kemarin.
Edukasi menghadirkan dr. Tri Vera Handayani yang menjelaskan hipertensi sebagai ancaman kesehatan laten.
Hipertensi sering muncul tanpa gejala awal, namun berisiko memicu penyakit jantung hingga stroke serius.
Peserta diajak memahami pentingnya pemeriksaan rutin sebagai langkah sederhana mencegah komplikasi.
Pengaturan konsumsi garam, aktivitas fisik teratur, serta pengelolaan stres menjadi fokus utama materi.
Perubahan kebiasaan harian dinilai berperan besar menjaga stabilitas tekanan darah dalam jangka panjang.
Konsep hidup sehat CERDIK diperkenalkan sebagai panduan praktis menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.
CERDIK meliputi cek kesehatan berkala, hindari asap rokok, aktif bergerak, diet seimbang, dan istirahat cukup.
Selain edukasi, peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan berupa tensi dan cek gula darah gratis.
Layanan konsultasi singkat juga tersedia agar peserta memahami kondisi kesehatan secara lebih personal.
Ketua DWP Kominfo Bojonegoro dr. Tutik Aminatun menilai kegiatan ini memperkuat kepedulian internal.
“Kegiatan kemarin menjadi pengingat bahwa hipertensi sering datang tanpa disadari masyarakat.” Ia menyampaikan hal tersebut saat dihubungi, Kamis 2 April 2026.
Menurutnya, edukasi kesehatan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
“Kebiasaan kecil seperti cek rutin dan pola hidup sehat justru menjadi kunci pencegahan penyakit,” katanya.
Ia berharap konsep CERDIK dapat diterapkan peserta dan menular ke lingkungan keluarga serta masyarakat.
Edukasi kesehatan diharapkan berlanjut dalam praktik nyata sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. [Ags].

