Bojonegoro Jatim, OpsJurnal.Asia
Rencana pembangunan jembatan beton penghubung Desa Napis dan Kenongorejo mulai memasuki tahap peninjauan lokasi, Sabtu (4/4/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan medan serta kelayakan titik pembangunan jembatan yang akan menjadi jalur penghubung penting antarwilayah.
Jembatan berukuran 23 x 6 meter itu dirancang menggantikan jembatan kayu lama yang selama bertahun-tahun menjadi akses utama warga.
Rombongan Dandim menempuh medan sulit menggunakan motor trail guna melihat langsung kondisi geografis, jalur pendekat, dan lokasi pembangunan.
Akses yang terbatas selama ini dinilai menghambat mobilitas warga, terutama aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan dasar.
Pembangunan jembatan menjadi bagian dari percepatan pembangunan desa agar konektivitas wilayah terpencil dapat meningkat secara nyata.
Keberadaan jembatan permanen diharapkan menghadirkan perjalanan yang lebih aman sekaligus memperpendek waktu tempuh warga antar desa.
Selain memperlancar transportasi, proyek ini diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta membuka akses distribusi hasil pertanian.
Partisipasi masyarakat dinilai penting agar proses pembangunan berjalan tertib, aman, dan sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Pemerintah desa menyambut rencana tersebut karena jembatan lama berbahan kayu sudah rusak dan berisiko bagi keselamatan pengguna.
Selama puluhan tahun warga mengajukan pembangunan jembatan permanen, mengingat jalur tersebut menjadi urat nadi aktivitas harian.
Peletakan batu pertama pembangunan dijadwalkan berlangsung sehari setelah peninjauan sebagai tanda dimulainya pekerjaan fisik.
Masyarakat berharap proyek ini benar-benar membawa perubahan nyata dan meningkatkan kualitas hidup warga di kawasan perbatasan. [Ags].

