Garut,OpsJurnal.Asia -
Malam 12 Maret 2026 yang bertepatan dengan 23 Ramadhan 1447 Hijriyah telah diusulkan sebagai salah satu malam yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar, malam suci yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan. Meskipun tidak dapat dipastikan secara mutlak, malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan menjadi fokus ibadah umat Islam di seluruh Indonesia sesuai ajaran Rasulullah SAW.
Menurut penetapan Nahdatul Ulama (NU), Ramadhan 1447 Hijriyah dimulai pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, sehingga sepuluh malam terakhir Ramadhan dimulai sejak Rabu, 11 Maret 2026 malam. Hal ini menjadikan malam 23 Ramadhan (12 Maret) sebagai malam kedua dari sepuluh malam terakhir yang menjadi prioritas dalam mencari Lailatul Qadar.
Dalam tausiah selepas shalat tarawih di Masjid At-Thariq, Ustadz Riki Rohimat Permana menjelaskan pentingnya memanfaatkan momen berharga ini. "Lailatul Qadar adalah anugerah besar dari Allah SWT. Tradisi mencari di malam ganjil telah menjadi sunnah yang kita warisi, dan malam 23 Ramadhan ini memiliki potensi besar untuk mendapatkan berkah dan ampunan," ujarnya pada Kamis (12/03/26).
Ustadz Riki juga mengingatkan ciri-ciri khas Lailatul Qadar, seperti suasana yang tenang, turunnya berkah, serta kemudahan doa yang dikabulkan. "Pada malam tersebut, malaikat turun membawa berkah dan pertolongan. Umat Islam dianjurkan memperbanyak shalat Tahajud, membaca Al-Qur'an, berdzikir, bershalawat, dan berdoa dengan khusyuk," tambahnya.
Pewancara Muhammad Agus Zakariyya S.E menyoroti aspek sosial dalam merayakan malam suci ini. "Selain ibadah individu, kita bisa memperluas manfaatnya dengan memberikan sedekah atau membantu keluarga serta tetangga. Hal ini memperkuat ikatan sosial dan menambah keberkahan ibadah," jelasnya.
Umat Islam di seluruh wilayah yang mengikuti penetapan NU telah menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian bersama dan tadarus Al-Qur'an di masjid-masjid serta mushola.
(Zakariyya)

