Bojonegoro, OpsJurnal.Asia-
Kesadaran merawat kulit meningkat, namun banyak orang masih keliru memahami kesehatan kulit secara menyeluruh.
Banyak masyarakat fokus pada produk skincare, padahal kebiasaan harian justru paling menentukan kondisi kulit.
Dokter spesialis kulit dr. Firda N. Kusdwiharto, Sp.KK menjelaskan kulit dipengaruhi pola hidup, tidur, serta asupan nutrisi.
Menurutnya, masalah kulit tidak selalu berasal dari luar, tetapi juga kondisi tubuh dan keseimbangan hormon.
“Pasien sering ingin hasil instan, padahal kulit membutuhkan proses regenerasi yang berlangsung bertahap,” ujarnya.
Ia menilai penggunaan produk tanpa mengenali jenis kulit sering memicu iritasi hingga jerawat semakin parah.
Tren skincare di media sosial membuat banyak orang mencoba berbagai produk tanpa konsultasi medis lebih dulu.
Paparan sinar matahari juga kerap diabaikan, padahal sinar UV tetap bisa masuk meski beraktivitas di dalam ruangan.
“Sunscreen bukan kosmetik semata, tetapi perlindungan penting untuk menjaga kesehatan kulit,” jelas dokter yang buka praktek di Ketintang Surabaya.
Selain itu, stres dan kurang tidur dapat memicu gangguan kulit karena memengaruhi keseimbangan hormon tubuh.
Dokter mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mengikuti tren viral tanpa memahami kebutuhan kulit masing-masing.
Kulit sehat, menurutnya, lahir dari kebiasaan konsisten menjaga pola hidup sehat, bukan sekadar perawatan mahal. [Ags].

