Menjelang arus mudik Lebaran 2026, ancaman tak datang dari kemacetan, melainkan dari hilangnya penguat jembatan.
Jembatan Terusan Bojonegoro–Blora, penghubung antarwilayah strategis, dilaporkan kehilangan puluhan baut struktur.
Aksi pencurian terjadi saat mobilitas kendaraan mulai meningkat, menempatkan keselamatan pengguna jalan dalam risiko.
Baut-baut pengikat yang hilang bukan sekadar logam biasa, melainkan bagian penting penahan stabilitas konstruksi.
Kekosongan pada sambungan rangka memicu kekhawatiran karena jembatan menjadi lintasan utama kendaraan mudik.
Dinas PU Bina Marga Bojonegoro bergerak cepat setelah laporan kehilangan diterima dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Dinas PUBM, Chusaifi Ivan Rachmanto, menyebut pencurian berulang berpotensi melemahkan struktur jembatan.
“Dalam beberapa hari terakhir ada laporan pencurian baut. Jika dibiarkan, ini bisa mengancam konstruksi,” ujarnya, Jum'at 20 Maret 2026.
Sebagai langkah darurat, petugas melakukan pengelasan pada baut tersisa agar tidak kembali dilepas pelaku.
“Terpaksa kami lakukan pengelasan pada setiap baut agar tidak bisa diambil lagi,” kata Ivan menjelaskan.
Upaya tersebut dilakukan sambil menunggu penggantian komponen yang hilang sebelum puncak arus mudik tiba.
Perlombaan melawan waktu pun dimulai, memastikan jalur vital tetap aman dilalui ribuan kendaraan pemudik.
Di tengah persiapan pulang kampung, jembatan ini mengingatkan bahwa keamanan jalan juga bergantung pada kewaspadaan.
Sebab infrastruktur bukan hanya soal pembangunan, tetapi tentang menjaga apa yang sudah menopang perjalanan banyak orang. [Ags].

