Tegal,OpsJurnal.Asia -
Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi Golkar, Bagas Satya Indrana, S.H., menggelar reses masa persidangan II di Pendopo Kelurahan Keturen, Kecamatan Tegal Selatan, pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Keturen, Nanda Dias Ekasaputra, S.STP., M.M., serta ratusan warga setempat.
Dalam sambutannya, Bagas menjelaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk menyerap dan menampung aspirasi masyarakat. “Aspirasi yang disampaikan, baik secara langsung maupun melalui formulir, akan menjadi dasar kami bekerja. Jika membutuhkan dukungan anggaran, akan kami salurkan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) anggota dewan. Sementara itu, usulan yang masuk dalam ranah anggaran reguler APBD akan didorong melalui organisasi perangkat daerah (OPD) teknis,” ujarnya.
Reses kali ini juga dimanfaatkan Bagas untuk melaporkan hasil kinerjanya selama satu setengah tahun terakhir kepada konstituennya.
Mengenai isu stunting, Bagas menyoroti angka stunting di Kota Tegal yang saat ini mencapai 19 persen. Pemerintah kota terus menggencarkan program penanganan, termasuk melalui Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan pemberian makanan tambahan di posyandu.
Sebagai bentuk inisiatif pribadi, Bagas berencana mengalokasikan pokir untuk penanganan stunting melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP). Program tersebut berupa pembagian 2.000 paket sembako bagi keluarga terdampak stunting pada tahun 2026. Setiap paket berisi beras 5 kg, ayam 1 kg, dan telur 1 kg.
“Harapannya, bantuan ini dapat membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi asupan gizi, terutama protein, sekaligus mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting dan mencegah gizi buruk di Kota Tegal,” pungkas Bagas.
(DIYARNI)

