• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    RSU Kumpulan Pane Minta Maaf, Kasus Viral Dipicu Miskomunikasi dengan Keluarga Pasien

    Jumat, 09 Januari 2026, Januari 09, 2026 WIB Last Updated 2026-01-09T02:19:49Z
    masukkan script iklan disini





    Tebing Tinggi, OpsJurnal.Asia -


    Manajemen Rumah Sakit Kumpulan Pane (RSKP)  Kota Tebing Tinggi memberikan penjelasan dan klarifikasi terlait isu penolakan pasien yang viral di media sosial. Pihak rumah sakit mengatakan tidak pernah menolak pasien, terutama dalam kondisi gawat darurat.





    Direktur RSU Kumpulan Pane drg.Lili Marliana, Kamis (8/1/2025) mengatakan kasus yang ramai diperbincangkan tersebut terjadi akibat miskomunikasi antara petugas rumah sakit dan keluarga pasien, khususnya pada tahap awal pelayanan berkaitan dengan penyampaian penuhnya ruang perawatan. 





    Menurut penyampaian petugas rumah sakit bahwa saat pasien wanita lansia bernama Suheli (66) warga Berohol datang bersama keluarga dan pengurus Yayasan Peduli Kasih ke RSU Kumpulan Pane, disampaikan bahwa ruang perawatan masih penuh dan disarankan untuk sementara di ruang unit darurat atau pilihan ke rumah sakit lain.





    Namun keluarga pasien mengatakan bahwa mereka sebelumnya telah pergi ke RS Bhayangkari akan tetapi ditolak, selanjutnya ke RSU Kumpulan Pane dan mereka menginginkan pasien tetap dirawat di RSU Kumpulan Pane yang pekan lalu juga dirawat di rumah sakit tersebut. Alhasil, akibat miskomunikasi, keluarga pasien merasa RSU Kumpulan Pane menolak perawatan terhadap pasien yang dikabarkan mengidap penyakit asam lambung dan kemudian dibawa ke RS Chevani





    Menyikapi hal itu, Direktur RSU Kumpulan Pane dan jajaran mengunjungi pasien tersebut ke RS Chevani untuk menyampaikan permohonan maaf atas miskomunikasi yang disampaikan petugas rumah sakit sehingga berefek viral di media sosial, manajemen RSU Kumpulan Pane mengakui bahwa masyarakat kerap menjadikan media sosial sebagai sarana pengaduan, namun pihaknya sudah berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. 





    "Kendati demikian, kasus tersebut menjadi pembelajaran bersama agar komunikasi antara rumah sakit dan masyarakat terus diperbaiki," pungkasnya. 


    (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini