• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Memuat Breaking News...

    Iklan

    Iklan

    📈 LIVE MARKET

    👋 Halo!

    Selamat datang di OPS Jurnal.
    Temukan berita terbaru, investigasi, dan informasi terpercaya setiap hari.

    Semua Layanan Ops Jurnal
    📰
    📰 BERITA TERKINI
    Memuat berita terbaru...

    Diduga Bekerja Sama Salurkan BBM Subsidi Ke Pelangsir,Pengawas SPBU 23.35.127 Didesak Disidik: APH Diminta Bertindak, BPH Migas Diminta Cabut Izin

    Suara rakyat
    Rabu, 07 Oktober 2026, Oktober 07, 2026 WIB Last Updated 2026-10-07T14:13:30Z
    masukkan script iklan disini

     


    "Pengecor diatur dan diprioritaskan, diduga ada uang lebih yang mengalir"

     

    Lampung Timur- Mencuat dugaan kuat keterlibatan Pengawas SPBU yang bekerja sama dengan para Pelangsir pengawas SPBU Kode 23.35.127 Jl.Soekarno Hatta No 88, Campang Raya, Sukabumi, Bandar Lampung,pengawas Diduga kerja sama membuka jalur bagi para pelangsir BBM subsidi jenis solar untuk mengambil pasokan dalam jumlah besar, yang kemudian disimpan di gudang dan dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Kondisi ini memicu kemarahan sekaligus kekhawatiran masyarakat dan konsumen yang membutuhkan BBM subsidi tersebut.

     

    Warga dan konsumen mendesak Aparat Penegak Hukum dan BPH Migas untuk segera melakukan pemeriksaan dan penindakan tegas terhadap oknum yang diduga terlibat. Sementara itu, BPH Migas diminta untuk segera mencabut izin operasional SPBU tersebut bilamana terbukti melanggar aturan. Pihak manajemen SPBU juga diminta memecat pengawas serta operator yang terbukti bekerja sama dengan para pelangsir mafia BBM.

     

    Berdasarkan pantauan dan keterangan pengendara yang mengisi BBM di lokasi tersebut, hampir setiap hari SPBU 23.35.127 dipenuhi kendaraan bermacam macam kendaraan yang sudah di modifikasi menggunakan tangki minyak tambahan. 

     

    "Kalau saya, sih tidak heran lagi Pak kalau BBM di SPBU 23.35.127 Suka bumi bandar lampung hampir setiap hari di SPBU ini dipenuhi para pengecor dengan berbagai jenis kendaraan yang sudah dimodifikasi, memakai lebih dari satu barcode dan berganti-ganti plat untuk mengelabui aparat penegak hukum," ujar salah satu warga pengguna kendaraan bermotor, (6/10/2026).

     

    Sementara itu, narasumber yang diduga mengetahui alur kegiatan tersebut menyampaikan bahwa penyaluran kepada para pelangsir sudah diatur secara terkoordinir.

      

    Warga juga mendesak pemilik SPBU untuk menindak tegas pihak yang terlibat.

     

    "Kami minta ditindak tegas karena kami ada informasi menduga bahwasannya para pelangsir tersebut memberikan uang lebih sehingga para operator kemudian pengawas itu memprioritaskan para pelangsir," pungkasnya.

     

    Hingga berita ini diterbitkan, pengawas maupun pihak manajemen SPBU 23.35.127 belum dapat ditemui maupun dihubungi untuk memberikan keterangan resmi. Tim media masih berupaya meminta klarifikasi guna keseimbangan pemberitaan.

     

    Masyarakat berharap BPH Migas dan aparat penegak hukum segera turun menyidik SPBU 23.35.237 memeriksa rekaman CCTV, alat totalisator, serta data penjualan agar transparan dan dapat diketahui publik.

     

    Pemberitaan ini disusun sebagai bentuk kontrol sosial dan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Media ini membuka ruang hak jawab bagi pihak yang merasa dirugikan sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini