• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Memuat Breaking News...

    Iklan

    Iklan

    📈 LIVE MARKET

    👋 Halo!

    Selamat datang di OPS Jurnal.
    Temukan berita terbaru, investigasi, dan informasi terpercaya setiap hari.

    Semua Layanan Ops Jurnal
    📰
    📰 BERITA TERKINI
    Memuat berita terbaru...

    TelkomGroup Pulihkan Trauma Siswa SDN Reo 2 Pasca Gempa Flores, Dari Pembekalan Guru Hingga Pendampingan Lintas Iman

    Piter Bota
    Jumat, 25 September 2026, September 25, 2026 WIB Last Updated 2026-09-25T07:28:12Z
    masukkan script iklan disini









    Manggarai.OpsJurnal.Asia — Pemulihan dampak psikologis pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang perairan Laut Flores pada 15 Agustus 2026 terus dilakukan secara bertahap dan terstruktur. TelkomGroup Peduli bekerja sama dengan pihak sekolah dan tokoh agama mendampingi pemulihan siswa SDN Reo 2 di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, selama empat hari, 22 hingga 25 September 2026.



    Apa yang dilakukan bermula dari pembekalan keterampilan bagi para guru selama dua hari, pada Selasa hingga Rabu, 22–23 September 2026, yang dipusatkan di lingkungan SDN Reo 1. Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan kemampuan memberikan dukungan psikososial, meliputi tiga modul utama: Guru Menolong Dirinya Sebelum Menolong Orang Lain,Pertolongan Pertama untuk Hati dan Pikiran, serta Membangun Kelas yang Membuat Anak Merasa Aman.



    Ilmu yang diperoleh segera diterapkan di ruang kelas pada Kamis, 24 September 2026. Suasana belajar diubah menjadi lebih luwes dan ramah anak, menggabungkan kegiatan pembelajaran dengan permainan, komunikasi yang terbuka, aktivitas kreatif, serta jeda waktu yang cukup agar siswa dapat menenangkan diri kapan pun dibutuhkan. Langkah ini diambil untuk mengembalikan rasa aman dan nyaman anak dalam beraktivitas kembali di sekolah.



    Pendampingan kemudian diperdalam pada Jumat, 25 September 2026, dengan pendekatan berbasis keimanan, menyesuaikan keragaman latar belakang siswa yang terdiri dari pemeluk agama Islam, Katolik, dan Kristen.



    Bagi siswa Katolik, kegiatan didampingi Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Maria Ratu Rosari Reo di bawah pimpinan Ketua OMK Filomena Rinaldi Andang. Anak-anak diajak bernyanyi, berdoa, melakukan refleksi, dan bermeditasi agar merasa aman untuk bermain sekaligus berani mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Sementara itu, siswa Muslim didampingi Ustadz Jiyanto bersama guru beragama Islam dengan pola pendampingan yang selaras dengan ajaran kepercayaannya.



    Filomena menyampaikan, pihaknya telah melaksanakan kegiatan serupa di SDK Wangkung dan berencana menjangkau SDK Reo 3 selanjutnya. Ia berharap keterampilan yang kini dimiliki para guru dapat terus disebarkan kepada tenaga pendamping lain di seluruh Kecamatan Reok.



    Kepala SDN Reo 2 mengapresiasi kerja sama ini dan menegaskan bekal pelatihan ini tidak boleh berhenti di ruang kelas, melainkan diterapkan secara berkelanjutan, mengingat setiap anak memiliki reaksi yang berbeda-beda setelah mengalami bencana.



    Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Warga dan pihak sekolah berharap kolaborasi antara dunia usaha, lembaga pendidikan, dan komunitas keagamaan ini terus berlanjut, sehingga lebih banyak anak di Reok dapat pulih, kembali ceria, dan siap belajar seperti sedia kala.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini