MANGGARAI, OpsJurnal.Asia — Satuan Tugas Respons Bencana Pramuka Peduli Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai membangun hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Tim yang berjumlah tujuh personel itu telah berada di Reo selama enam hari sejak Kamis. Mereka memiliki keahlian di bidang konstruksi bangunan dan kesehatan.
Ketua Tim Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Kota Bekasi, Agus Sucipno, mengatakan tim tersebut menargetkan pembangunan 20 unit huntara dan lima unit sekolah darurat di wilayah terdampak.
"Untuk huntara, desainnya berukuran 3 x 4 meter. Target kami sebanyak 20 unit huntara dan lima unit sekolah darurat," kata Agus saat ditemui di Kecamatan Reo, Rabu (16/9/2026).
Menurut Agus, material pembangunan huntara diperoleh melalui donasi Pramuka Kota Bekasi. Pengumpulan bantuan dilakukan melalui gugus depan (Gudep) dan kwartir ranting (Kwaran), kemudian dihimpun di Kwarcab Kota Bekasi sebelum dikirim ke lokasi bencana di Flores.
Namun, pelaksanaan pembangunan menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya keterbatasan personel yang membuat pengerjaan 20 unit huntara diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 20 hari.
"Kendala terbesar kami adalah personel. Dengan jumlah personel yang ada sekarang, untuk mencapai target 20 unit huntara kami membutuhkan waktu sekitar 20 hari," ujarnya.
Selain keterbatasan tenaga, tim juga menghadapi kendala material untuk pembangunan sekolah darurat. Terpal yang dibawa dari Jakarta ternyata belum mencukupi kebutuhan.
Agus menjelaskan, terpal yang digunakan untuk sekolah darurat merupakan jenis khusus sehingga tidak mudah digantikan dengan terpal biasa yang tersedia di pasaran lokal.
"Terpal yang kami datangkan dari Jakarta ternyata tidak mencukupi untuk pembangunan sekolah darurat. Kalau membeli di sini, harganya cukup mahal dan barangnya juga sulit didapat karena terpal yang kami gunakan merupakan terpal khusus," katanya.
Koordinasi melalui Struktur Pramuka
Agus mengatakan kedatangan Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Kota Bekasi ke Flores dilakukan untuk membantu penanganan dampak bencana, khususnya di Kabupaten Manggarai.
Koordinasi di lapangan dilakukan melalui struktur organisasi Gerakan Pramuka. Tim telah berkoordinasi dengan Kwarcab Manggarai dan kemudian diarahkan bertemu dengan Kwaran Ruteng untuk melakukan pendataan lokasi yang membutuhkan pembangunan huntara.
"Kami hadir di daratan Flores, khususnya Kabupaten Manggarai, untuk melakukan koordinasi melalui struktur Pramuka. Kami sudah berkoordinasi dengan Kwarcab Manggarai dan diarahkan bertemu dengan Kwaran Ruteng untuk melakukan pendataan daerah mana yang paling membutuhkan huntara," ujar Agus.
Pembangunan huntara tersebut menjadi bagian dari dukungan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa bumi M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. BMKG mencatat gempa tersebut menyebabkan dampak di sejumlah wilayah Flores. Hingga 15 September 2026, BMKG mencatat 15.722 gempa susulan dengan magnitudo M0,9 hingga M6,2, meski aktivitasnya telah memasuki fase peluruhan. (BMKG)
Warga Berharap Huntara Segera Selesai
Salah satu warga calon penerima huntara, Veedi, warga Kelurahan Baru, Kecamatan Reo, menyampaikan terima kasih kepada anggota Pramuka Kota Bekasi yang datang membantu penyintas gempa.
Menurut dia, keberadaan huntara sangat dibutuhkan warga yang hingga kini belum dapat kembali menempati rumah karena mengalami kerusakan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada anggota Pramuka Bekasi. Mereka hadir ketika kami membutuhkan tempat tinggal. Huntara ini sangat dibutuhkan bagi kami yang kebingungan karena rumah sudah tidak layak dihuni setelah dihantam gempa," kata Verdi.
Ia berharap pembangunan huntara dapat segera diselesaikan sehingga warga yang rumahnya rusak memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak selama proses pemulihan pascabencana berlangsung.
Warga juga berharap bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara dan fasilitas pendidikan bagi anak-anak terdampak gempa.



