Garut — Opsjurnal.asia — Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Garut. Pukul 18.00 WIB, Rabu (16/9/2026), Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, dr. Marlinda, menyampaikan kabar terberat sekaligus perkembangan paling mutakhir melalui sambungan telepon langsung kepada Kaperwil Jabar Media Opsjurnal.asia, M.A. Zakariyya S.E, Tiga hari berselang sejak tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada dini hari 13 September 2026, kejelasan atas nasib warga yang menjadi korban perlahan terungkap — namun harapan masih tersisa bagi sembilan orang yang belum ditemukan.
22 Warga Berangkat Bekerja, Nasib Berbeda Menanti
Dua puluh dua warga Kecamatan Karangpawitan — tercatat sah berdasarkan KTP dan KK — berangkat mengarungi lautan untuk mencari nafkah di atas kapal tersebut. Hari ini, kabar yang diterima beragam: ada yang kembali dengan selamat, ada yang pulang untuk dibaringkan di tanah kelahiran, dan ada yang keberadaannya masih menjadi doa seluruh keluarga.
— 11 Orang Selamat, Satu Masih Dirawat
Sebagian telah berada di posko evakuasi Banjarmasin, menunggu saat dipulangkan. Di antara mereka, Arman Firmansyah masih berjuang memulihkan diri di Rumah Sakit TNI Banjarmasin.
— Dua Dipulangkan, Diberi Perpisahan Terakhir di Kampung Halaman
Dua nama telah berpulang selamanya. Jenazah mereka telah tiba di Garut dan dimakamkan di tengah tangis keluarga dan tetangga:
1. Erik Madsul Latip — dibaringkan di Pemakaman Keluarga, Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur
2. Risyan Kurnia Putra — dimakamkan di Pemakaman Keluarga, Desa Karangsari
Pemulangan jenazah ditangani langsung oleh BPBD Provinsi Jawa Barat, memastikan mereka pulang dengan kehormatan.
— 9 Orang Masih Hilang — Pencarian Tetap Dilanjutkan
Hingga detik ini, sembilan orang belum ditemukan. Nama mereka terpatri dalam doa keluarga yang setiap saat menanti kabar. Tim pencarian terus menyisir perairan luas, namun keberadaan mereka belum terungkap.
Posko Khusus Didirikan, Pemulangan Disusun Secara Hati-hati
Relawan asal Garut telah berdiri di Banjarmasin, mendirikan posko khusus agar tak ada warga Garut yang merasa sendirian jauh dari rumah.
dr. Marlinda menjelaskan bahwa pemulangan 11 warga yang selamat telah disusun melalui kesepakatan lintas daerah:
— Gubernur Kalimantan Selatan memfasilitasi kepulangan dari Banjarmasin;
— Dinas Sosial Garut menjemput langsung di bandara hingga mengantarkan mereka ke pelukan keluarga.
Suasana menyampaikan keterangan tersebut terasa haru namun tegas. dr. Marlinda memperingatkan, "Kami belum bisa menetapkan angka ini sebagai angka terakhir. Kemungkinan masih ada perkembangan. Untuk keluarga yang ditinggalkan, kami turut merasakan duka yang mendalam. Untuk yang masih menanti, jangan putus doa — kami bersama Anda, memantau setiap perkembangan hingga kabar terakhir diperoleh."
Catatan Redaksi: Sesuai Kode Etik Jurnalistik Pasal 3, berita ini disusun berdasarkan keterangan langsung dari narasumber berwenang pada pukul 18.00 WIB. Data bersifat dinamis dan akan diperbarui segera setelah ada kepastian. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan kabar yang belum terkonfirmasi. Redaksi turut berduka sedalam-dalamnya.
(M.A. Zakariyya S.E)

