Batanghari,OpsJurnal.Asia -
Proses eksekusi lahan seluas kurang lebih 1.300 hektare kembali menjadi sorotan. Di tengah pelaksanaan eksekusi, muncul dugaan adanya pengerahan sejumlah orang yang disebut-sebut sebagai preman untuk menghadapi situasi di lokasi.
Informasi yang beredar juga menuding adanya dugaan keterlibatan oknum dari lingkungan kepolisian. Namun, hingga berita ini ditayangkan, tudingan tersebut belum terverifikasi secara independen dan belum terdapat bukti yang dapat memastikan bahwa PT BSU menyewa preman atau melibatkan oknum kepolisian.
OPS JURNAL ASIA mendorong seluruh pihak terkait memberikan klarifikasi secara terbuka agar informasi yang berkembang tidak menimbulkan keresahan maupun spekulasi di tengah masyarakat.
Eksekusi lahan yang memiliki dasar hukum diharapkan berlangsung sesuai prosedur, dengan mengedepankan keamanan, ketertiban, serta penghormatan terhadap putusan pengadilan.
Ruang Hak Jawab
Sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan sesuai dengan ketentuan pers, PT BSU, pihak kepolisian, maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini diberikan ruang untuk menyampaikan hak jawab, klarifikasi, atau koreksi atas informasi yang dimuat.
OPS JURNAL ASIA terbuka untuk memuat tanggapan dari pihak terkait secara proporsional sesuai ketentuan jurnalistik.
OPS JURNAL ASIA Redaksi AlparezhaJika ingin, saya juga bisa buatkan versi lebih investigatif dan berani untuk judul Facebook/YouTube, dengan tetap mencantumkan hak jawab.

