• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Memuat Breaking News...

    Iklan

    Iklan

    📈 LIVE MARKET

    👋 Halo!

    Selamat datang di OPS Jurnal.
    Temukan berita terbaru, investigasi, dan informasi terpercaya setiap hari.

    Semua Layanan Ops Jurnal
    📰

    Korban Meninggal Gempa Manggarai Bertambah Jadi 51 Orang

    Piter Bota
    Sabtu, 29 Agustus 2026, Agustus 29, 2026 WIB Last Updated 2026-08-29T14:30:59Z
    masukkan script iklan disini















    Manggarai, OpsJurnal.Asia – Korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kembali bertambah. Hingga Sabtu (29/8/2026), jumlah korban meninggal tercatat 51 orang.



    Korban terakhir bernama Basuki Yacub bin Abdurazak Daeng Pasita, 74 tahun. Lansia tersebut meninggal dunia di Posko Barang Kolong setelah sebelumnya mengalami luka berat akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi.



    Kematian Basuki menambah jumlah korban jiwa yang sebelumnya tercatat sebanyak 50 orang. Data tersebut merupakan perkembangan terbaru penanganan korban bencana di Kabupaten Manggarai.



    Selain korban meninggal, kondisi kesehatan warga yang masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian juga menjadi perhatian. Kepadatan tenda dan kondisi lingkungan pascagempa memicu berbagai gangguan kesehatan.



    Data surveilans mencatat 4.680 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atau batuk menjadi keluhan kesehatan terbanyak. Selain itu, ditemukan kasus penyakit kulit, hipertensi, dan diare pada warga terdampak.



    Tim kesehatan juga menemukan satu kasus suspek pertusis atau batuk rejan pada bayi berusia tiga bulan yang berada di tenda pengungsian mandiri di Desa Urang, Kecamatan Lelak.



    Untuk mencegah meluasnya penyakit di lokasi pengungsian, Health Emergency Operations Center (HEOC) Kabupaten Manggarai bersama Dinas Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, dan BNPB melakukan penanganan kesehatan secara terpadu.



    Kerusakan fasilitas kesehatan turut menjadi kendala dalam pelayanan. Sebanyak 25 puskesmas dilaporkan harus menjalankan pelayanan di luar gedung akibat dampak gempa.



    Sebagai langkah penanganan, tim HEOC mendirikan 19 tenda pelayanan kesehatan darurat di sejumlah fasilitas kesehatan terdampak. Dukungan jaringan internet satelit juga dipasang di beberapa puskesmas untuk menjaga komunikasi, pelaporan, dan koordinasi rujukan medis.



    Penanganan kelompok rentan turut dilakukan melalui pendirian posko Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Desa Nenu dan Desa Golo Langkok.



    Layanan imunisasi bergerak juga dilakukan di lokasi pengungsian. Program tersebut telah menjangkau lebih dari 1.000 bayi dan anak di bawah dua tahun.



    Pemerintah daerah bersama petugas kesehatan terus mengingatkan warga di pengungsian untuk menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta segera mendatangi posko kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan.



    Di tengah penanganan dampak gempa, bertambahnya korban meninggal menjadi 51 orang sekaligus menunjukkan bahwa proses pemulihan di Kabupaten Manggarai masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam memastikan keselamatan dan kesehatan para penyintas.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini