Manggarai, OpsJurnal.Asia — Tim Emergency Response Team (ERT) PT Agincourt Resources (PTAR) terus memberikan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai dan wilayah sekitarnya.
Lima personel PTAR dikerahkan dalam misi tanggap darurat pascagempa Flores dan bergabung dalam Tim Tanggap Darurat ESDM melalui struktur Search and Rescue Unit (SRU) 2. Tim tersebut menjalankan pelayanan kesehatan, distribusi logistik, penyelamatan, serta dukungan terhadap posko kesehatan di sejumlah wilayah terdampak.
Lima personel yang ditugaskan terdiri atas Misnan Arya Winata selaku koordinator sekaligus Senior Supervisor Emergency Response Team, Dewi Hafsah Siregar sebagai rescuer paramedis, serta Abdul Kodir, Ahmad Syaukani, dan Saif Ali sebagai rescuer.
Tim berangkat dari site pada 18 Agustus 2026. Perjalanan menuju Manggarai ditempuh melalui jalur darat dan udara, yakni dari site menuju Bandara Silangit, kemudian penerbangan Silangit–Jakarta pada 18 Agustus, dilanjutkan penerbangan Jakarta–Labuan Bajo pada 19 Agustus. Dari Labuan Bajo, tim melanjutkan perjalanan darat menuju Reo dan tiba pada 20 Agustus 2026.
Fokus pada pelayanan kesehatan dan logistik
Selama berada di Manggarai, tim PTAR menjalankan pelayanan kesehatan di Posko 2 ESDM Reo, Desa Beakakor, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, serta Desa Ranggi, Kecamatan Waeri, Kabupaten Manggarai.
Selain pelayanan medis, personel PTAR mendistribusikan bantuan logistik ke desa dan dusun berdasarkan hasil asesmen serta kebutuhan yang telah ditentukan oleh PIC posko.
Pelayanan kesehatan yang diberikan menyasar warga yang mengalami berbagai keluhan pascagempa. Dari hasil pengamatan tim, keluhan yang banyak ditemukan antara lain flu, batuk, serta luka yang berkaitan dengan reruntuhan bangunan.
Tim juga melakukan trauma healing ketika mengunjungi desa dan dusun. Kegiatan tersebut terutama ditujukan kepada anak-anak untuk membantu mereka kembali merasa nyaman setelah mengalami dampak gempa.
Dampak kerusakan ditemukan di Dampek
Selain wilayah Manggarai, tim PTAR juga mendatangi Dampek, Manggarai Timur. Di wilayah tersebut, tim menemukan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan hingga runtuh. Bangunan puskesmas juga terdampak.
Di lokasi itu, personel PTAR melakukan pemasangan tenda untuk pengungsi, memasang tandon untuk mendukung posko kesehatan, serta mengeluarkan obat-obatan yang tertimbun material reruntuhan puskesmas.
Tim juga memberikan dukungan terhadap operasional posko kesehatan darurat dan menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.
Terpal menjadi kebutuhan mendesak
Dalam pelayanan di lapangan, tim menemukan kebutuhan terpal masih menjadi salah satu kebutuhan mendesak warga. Terpal diperlukan untuk membuat tempat berlindung sementara di luar rumah
Kondisi tersebut berkaitan dengan kekhawatiran warga untuk kembali tidur di dalam rumah setelah gempa. Karena itu, kebutuhan tempat tinggal sementara menjadi salah satu perhatian dalam distribusi bantuan.
Bantuan yang disalurkan PTAR meliputi tenda, tikar, selimut, beras, minyak goreng, mi instan, biskuit, popok, susu untuk anak dan bayi, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, tim turun langsung ke desa dan dusun. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil asesmen dan kebutuhan warga di lokasi.
Koordinasi lintas lembaga
Dalam menjalankan misi kemanusiaan, PTAR berkoordinasi dengan unsur ESDM, Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BPBD, serta tenaga kesehatan dan bidan desa.
Koordinasi juga dilakukan bersama perusahaan lain yang tergabung dalam SRU 2. Kerja sama antartim diarahkan untuk mendukung pelayanan penyelamatan, kesehatan dan distribusi bantuan di wilayah terdampak.
Keterlibatan perusahaan dan tim tanggap darurat tersebut menjadi bagian dari respons bersama terhadap gempa Flores yang mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026. Pemerintah sebelumnya telah menempatkan Manggarai dan Manggarai Timur sebagai bagian dari wilayah yang terdampak parah dan mendorong percepatan penanganan darurat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar serta pemulihan akses. (BNPB)
Tim kembali diperkuat di Reo
Setelah menjalankan kegiatan di sejumlah wilayah, pada 25–27 Agustus 2026 tiga personel PTAR dijadwalkan kembali bertugas di Posko 2 ESDM Reo.
Sementara itu, dua personel ditempatkan di Satar Ngkeling, Manggarai, untuk bergabung dengan kelompok Astra AHEMCE yang terdiri atas PAMA, United Tractors (UT), Sumbawa Juta Raya (SJR), dan Kalimantan Prima Persada (KPP).
Salah satu kendala yang dihadapi tim dalam menjangkau wilayah terdampak adalah kondisi akses. Sejumlah lokasi belum dapat dijangkau menggunakan kendaraan karena kondisi jalan dan medan.
Hingga penugasan berlangsung, tim menyebut sebagian besar desa dan dusun telah dikunjungi, sementara lokasi yang belum terjangkau masih menjadi perhatian dalam pemetaan kebutuhan.
Untuk penanganan setelah masa tanggap darurat, PTAR menyatakan rencana program pemulihan jangka menengah maupun pendampingan lanjutan masih akan dibahas bersama manajemen di site.
PT Agincourt Resources menyampaikan harapan agar masyarakat NTT, khususnya warga terdampak di Manggarai, dapat segera pulih dari dampak bencana.
“Semoga NTT cepat pulih dan tetap semangat untuk menjalani masa depan,” menjadi pesan yang disampaikan tim kepada masyarakat yang masih menjalani masa pemulihan.






