• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Memuat Breaking News...

    Iklan

    Iklan

    📈 LIVE MARKET

    👋 Halo!

    Selamat datang di OPS Jurnal.
    Temukan berita terbaru, investigasi, dan informasi terpercaya setiap hari.

    Semua Layanan Ops Jurnal
    📰

    Bupati Lanosin Borong Apresiasi, OKU Timur Jadi Bagian Penting Gerakan Bebas Buta Aksara Al-Qur’an

    BE.indra
    Selasa, 25 Agustus 2026, Agustus 25, 2026 WIB Last Updated 2026-08-25T15:51:27Z
    masukkan script iklan disini

     


    PALEMBANG — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, M.T., M.M. Komitmennya dalam mendukung pendidikan Al-Qur’an dan gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an mendapat apresiasi di tingkat Provinsi Sumatera Selatan hingga nasional.


    Apresiasi tersebut diterima Bupati Lanosin dalam momentum Tasyakuran Bebas Buta Huruf Al-Qur’an dan Wisuda Akbar 10.000 Santri TK/TPA BKPRMI yang digelar di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Palembang, Selasa (25/8/2026).


    Dalam kegiatan yang mengusung tema “Menyiapkan Generasi Qur’ani Menyongsong Masa Depan Gemilang” tersebut, Bupati Lanosin mendapat apresiasi sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Bebas Buta Aksara Al-Qur’an dari Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru.


    Tak berhenti di situ, Bupati yang akrab disapa Bupati Enos tersebut juga menerima BKPRMI Award 2025 Tingkat Nasional sebagai bentuk penghargaan atas kepeduliannya terhadap BKPRMI dan dukungannya terhadap pendidikan Al-Qur’an.


    Penghargaan tersebut ditandai dengan penyematan Pin BKPRMI Award oleh Ketua Umum DPW BKPRMI Sumatera Selatan, Firdaus, S.H.


    Dua apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa komitmen Pemerintah Kabupaten OKU Timur dalam membangun generasi tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik dan peningkatan kualitas pendidikan formal, tetapi juga menyentuh aspek keimanan, karakter dan akhlak generasi muda.


    Di hadapan ribuan santri, tokoh agama, orang tua dan para penggiat pendidikan Al-Qur’an, Bupati Enos menegaskan bahwa membangun masa depan daerah harus dimulai dengan menyiapkan manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki iman dan akhlak.


    “Momentum ini menjadi pengingat bahwa membangun generasi bukan hanya tentang kecerdasan, tetapi juga tentang membentuk generasi yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia,” ujar Bupati Enos.


    Menurutnya, penghargaan yang diterima bukan sekadar seremoni atau simbol apresiasi. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat perhatian Pemerintah Kabupaten OKU Timur terhadap pendidikan Al-Qur’an.


    “Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi, tetapi menjadi motivasi dan bukti nyata bahwa pendidikan Al-Qur’an terus mendapat perhatian di Kabupaten OKU Timur,” katanya.


    10.000 Santri Jadi Bukti Gerakan Nyata


    Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Tasyakuran Bebas Buta Huruf Al-Qur’an dan Wisuda Akbar tersebut.


    Menurutnya, keberhasilan 10.000 santri yang dinyatakan mampu membaca Al-Qur’an merupakan sebuah capaian luar biasa.


    Capaian tersebut dinilai layak menjadi catatan penting dalam sejarah gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan Al-Qur’an terus tumbuh dan mendapat dukungan luas di Sumatera Selatan.


    Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, BKPRMI, para ustaz dan ustazah, guru TK/TPA, orang tua serta masyarakat dalam menyiapkan generasi Qur’ani.



    Pendidikan Al-Qur’an, Investasi Masa Depan


    Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Amin Suyitno dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an.


    Ia menilai mereka yang mengajarkan Al-Qur’an maupun membantu para guru mengaji memiliki nilai pengabdian yang besar karena berkontribusi langsung dalam membentuk generasi.


    Dirjen Pendidikan Islam juga menjelaskan upaya Kementerian Agama memperkuat karakter peserta didik melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).


    Salah satu implementasinya diwujudkan melalui penanaman kecintaan terhadap lingkungan yang melahirkan konsep Ekoteologi, yakni pendidikan keagamaan yang mendorong kepedulian terhadap kelestarian alam.


    Bupati Enos sendiri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BKPRMI, para ustaz dan ustazah, guru TK/TPA, orang tua serta seluruh pihak yang selama ini menjadi bagian penting dalam membimbing anak-anak untuk mencintai dan memahami Al-Qur’an.


    Ia berharap gerakan tersebut terus diperkuat sehingga semakin banyak anak-anak di OKU Timur maupun Sumatera Selatan memperoleh kesempatan belajar Al-Qur’an sejak usia dini.


    “Semoga ikhtiar ini terus berlanjut, melahirkan generasi Qur’ani yang cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia, untuk mewujudkan OKU Timur Maju Lebih Mulia,” pungkasnya.


    Bagi OKU Timur, penghargaan yang diterima Bupati Lanosin bukan sekadar prestasi personal. Penghargaan tersebut menjadi cermin dari komitmen daerah dalam membangun generasi yang menjadikan ilmu, iman dan akhlak sebagai fondasi menuju masa depan.


    Ind16

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini