Manggarai-OpsJuenal.Asia— Warga yang mengungsi di Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengeluhkan kenaikan harga air minum galon isi ulang pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, khususnya Kabupaten Manggarai.
Keluhan tersebut disampaikan warga pada Minggu, 23 Agustus 2026. Air galon isi ulang yang dijual Armada Reo, berlokasi di Kelurahan Mata Air, Reo, disebut mengalami kenaikan harga dari sebelumnya Rp7.000 menjadi Rp10.000 per galon.
Kenaikan harga itu dikeluhkan warga karena terjadi di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana dan sebagian harus bertahan di lokasi pengungsian.
Salah seorang warga Reo, Iyan, mempertanyakan kenaikan harga tersebut. Menurutnya, kondisi bencana seharusnya menjadi momentum untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
“Kok air galon harganya mahal, dari Rp7.000 menjadi Rp10.000. Kita ini sedang bencana. Bukannya membantu masyarakat yang terdampak, malah harga dinaikkan,” keluh Iyan, Minggu (23/8/2026).
Keluhan warga tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Manggarai. Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, mengatakan Dinas Perdagangan sebelumnya telah mengimbau para pedagang dan pelaku usaha agar tidak menaikkan harga barang di tengah situasi pascagempa.
Menurut Lambertus, pelaku usaha diharapkan tidak mengambil keuntungan berlebihan ketika masyarakat sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Manggarai, Frumensius L.T.K., mengatakan pihaknya telah menyampaikan imbauan kepada para mitra pengusaha terkait kondisi pascagempa di Flores, khususnya di Kabupaten Manggarai.
“Kami sudah mengeluarkan imbauan untuk mitra-mitra pengusaha di tengah situasi pascagempa Flores, khususnya Kabupaten Manggarai,” kata Frumensius.
Ia menegaskan akan melakukan konfirmasi kepada pemilik usaha air minum galon isi ulang Armada Reo terkait keluhan kenaikan harga tersebut.
Frumensius juga meminta agar harga air galon dapat kembali diturunkan dan pelaku usaha turut membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana.
“Saya minta kepada Boby supaya menurunkan harga galon. Kalau bisa, bantulah warga di tengah kesusahan,” ujarnya.
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 telah berdampak pada masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Manggarai. Hingga pembaruan data yang disampaikan sebelumnya, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut tercatat 38 orang.
Pemerintah daerah bersama petugas gabungan masih melakukan penanganan terhadap warga terdampak, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi-lokasi pengungsian.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah mengingatkan pelaku usaha agar menjaga kestabilan harga dan tidak mengambil keuntungan yang memberatkan masyarakat selama masa tanggap darurat bencana.



