Batang Hari, Jambi — OPS Jurnal Asia
Konflik lahan yang melibatkan masyarakat pribumi dengan PT BSU kembali menjadi sorotan. Sejumlah warga mengaku hingga kini masih memperjuangkan hak atas lahan yang menurut mereka belum dikembalikan atau diselesaikan secara tuntas.
Warga juga menyayangkan kondisi para karyawan PT BSU yang mereka nilai seolah berada dalam posisi sulit dan diduga dimanfaatkan dalam konflik tersebut.
“Kami masyarakat pribumi merasa terzalimi. Hak-hak kami yang selama ini kami perjuangkan belum dikembalikan. Di mana ketegasan pemerintah? Kami mempertanyakan sampai kapan anak cucu kami harus hidup dalam konflik dan ketidakpastian,” ujar salah seorang warga.
Masyarakat berharap pemerintah dapat segera turun tangan untuk menyelesaikan konflik secara adil, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Warga meminta seluruh pihak duduk bersama agar persoalan tidak terus berlarut-larut.
Jika konflik tidak dapat diselesaikan dan ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan perizinan maupun hak masyarakat, warga meminta pemerintah mempertimbangkan tindakan tegas, termasuk evaluasi hingga pencabutan izin perusahaan sesuai hasil pemeriksaan dan mekanisme hukum yang berlaku.
Masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan konflik berkepanjangan. Mereka berharap penyelesaian yang adil dapat memberikan kepastian bagi masyarakat, perusahaan, maupun para pekerja. Knapa para karyawan yg harus d kambing hitam kan dn di suruh mengadakan aksi demo seharus ny para manajemen PT BSU sendiri yg menghadap kepada masyarakat/pribumi
OPS Jurnal Asia — Redaksi Alparezha


