16 bus kariawan PT BSU batang hari
Karyawan PT BSU Diduga Dikerahkan untuk Menghadapi Konflik dengan Masyarakat Adat di Desa Bungku
BATANG HARI, OPS JURNAL ASIA — Sebanyak 16 bus yang membawa karyawan PT BSU terlihat bergerak menuju wilayah hukum Polres Batang Hari. Kedatangan mereka disebut berkaitan dengan penyampaian aspirasi dan aksi demonstrasi terkait persoalan yang tengah berlangsung.
Pergerakan tersebut menuai sorotan dari masyarakat adat di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang. Warga menduga karyawan PT BSU dikerahkan oleh pihak perusahaan untuk menghadapi situasi penyelesaian konflik lahan antara PT BSU dan masyarakat adat.
Di sisi lain, masyarakat pribumi yang mengaku terdampak konflik lahan menyampaikan kekecewaan. Mereka berharap persoalan hak atas lahan yang selama ini dipermasalahkan dapat segera diselesaikan secara adil dan tuntas.
“Kami pribumi merasa terzalimi. Kami menduga karyawan dimanfaatkan untuk memperkeruh suasana penyelesaian konflik. Kami hanya ingin hak-hak kami yang dirampas oleh pihak PT BSU dikembalikan secara mutlak,” ujar salah seorang warga.
Warga berharap aparat penegak hukum dan pemerintah dapat menjadi penengah yang objektif serta memastikan setiap proses penyelesaian konflik berjalan sesuai hukum dan tidak merugikan masyarakat adat.
Masyarakat juga meminta agar pihak perusahaan tidak melibatkan karyawan dalam situasi konflik yang berpotensi meningkatkan ketegangan. Mereka berharap persoalan yang telah berlangsung berkepanjangan tersebut segera mendapatkan kepastian melalui dialog dan mekanisme hukum yang transparan.
OPS JURNAL ASIA — Redaksi Alparezha

