Yang diberitakan adalah ratusan siswa, sekitar 400 anak TK dan SD Yayasan Asiatic Persada di Sei Temidai, Bungku, Kecamatan Bajubang, Batanghari, yang menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kekhawatiran keberlanjutan sekolah mereka. Sekolah tersebut disebut berada di lahan yang terancam dieksekusi akibat sengketa.
Ratusan Murid SD Batanghari Adukan Nasib Sekolah kepada Presiden Prabowo
BATANGHARI – Ratusan murid TK dan SD Yayasan Asiatic Persada di Sei Temidai, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi, menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Surat tersebut berisi keresahan para siswa mengenai masa depan pendidikan mereka. Sekolah tempat mereka belajar disebut berada di atas lahan yang terancam dieksekusi akibat sengketa lahan. Kondisi itu membuat sekitar 400 siswa khawatir tidak memiliki tempat untuk melanjutkan kegiatan belajar.
Dalam surat terbuka tersebut, para siswa meminta Presiden Prabowo dan Menteri Pendidikan memberikan perhatian serta solusi agar proses pendidikan mereka tetap berjalan.
Para siswa berharap sekolah mereka tidak menjadi korban persoalan sengketa lahan. Mereka juga meminta adanya kepastian mengenai tempat belajar, tenaga pengajar, biaya pendidikan, serta keberlanjutan operasional sekolah apabila eksekusi benar-benar dilakukan.
“Jangan padamkan pelita harapan dan masa depan anak-anak kami,” menjadi salah satu harapan yang disampaikan dalam surat terbuka tersebut.
Kegiatan penyampaian aspirasi itu dilakukan pada Senin, 24 Agustus 2026, setelah kegiatan upacara di lingkungan sekolah. Para siswa berharap pemerintah dapat turun tangan sehingga hak mereka untuk memperoleh pendidikan tetap terlindung ops jurnal asia – Redaksi Alparezha

