Manggarai,OpsJurnal.Asia. 25 Agustus 2026 — PT Agincourt Resources turut memperkuat respons kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Tim Tanggap Darurat Sektor Mineral dan Batubara di bawah koordinasi ESDM Siaga Bencana.
Sejak bergerak pada 18 Agustus 2026, tim tanggap darurat telah menjangkau 19 desa di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo, serta memberikan pelayanan kepada hampir 1.000 pasien di tiga wilayah operasi utama.
Operasi kemanusiaan tersebut melibatkan 232 personel yang tergabung dalam 49 tim dari 68 perusahaan, termasuk PT Agincourt Resources. Tim dikoordinasikan oleh Koordinator Lapangan Sutrisno dan ditempatkan di tiga posko utama, yakni Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai; Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur; dan Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
PT Agincourt Resources Dukung Pelayanan di Wilayah Terdampak
Keterlibatan PT Agincourt Resources menjadi bagian dari kolaborasi perusahaan sektor mineral dan batubara dalam mendukung penanganan darurat pascagempa.
Pelayanan kesehatan menjadi salah satu prioritas utama tim. Warga di wilayah terdampak mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan langsung, termasuk masyarakat di daerah yang sulit dijangkau.
Keluhan kesehatan yang banyak ditemukan antara lain penyakit saluran pernapasan atau sesak napas, hipertensi, gangguan pencernaan, nyeri otot, dan demam.
Tim juga menemukan warga yang mengalami kecemasan dan depresi setelah gempa. Kondisi tersebut membuat penanganan kesehatan jiwa dan pemulihan trauma, terutama bagi anak-anak, turut menjadi perhatian dalam pelayanan di lapangan.
Koordinator Lapangan Tim Tanggap Darurat, Sutrisno, mengatakan wilayah pedalaman menjadi salah satu prioritas karena kondisi dan aksesnya lebih sulit.
“Dari 19 desa yang telah kami kunjungi, wilayah desa pedalaman adalah yang kondisinya paling parah dan harus menjadi prioritas utama bantuan medis,” ujar Sutrisno.
Obat dan Peralatan Medis Dipastikan Mencukupi
Untuk mendukung pelayanan, persediaan obat-obatan dan peralatan medis dinyatakan aman, lengkap, dan mencukupi.
Tim medis juga berkoordinasi dengan bidan desa setempat sehingga pelayanan dapat diperluas hingga ke masyarakat yang berada jauh dari pusat pelayanan kesehatan.
Selain layanan medis, bantuan kebutuhan dasar juga terus disalurkan kepada warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi beras, paket sembako, minyak goreng, dan mi instan.
Tim juga mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum serta membangun fasilitas air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.
Didukung Puluhan Kendaraan dan Peralatan Tanggap Bencana
Operasi kemanusiaan ini didukung 49 unit kendaraan, 47 unit tenda, serta peralatan komunikasi dan penanggulangan bencana.
Dalam proses evakuasi, tim juga berhasil membantu mengevakuasi tujuh orang korban dengan dukungan helikopter BASARNAS.
Seluruh kegiatan dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga, melibatkan BASARNAS, TNI, Polri, BNPB, dan BPBD di wilayah terdampak.
Keterlibatan PT Agincourt Resources bersama perusahaan lainnya menunjukkan dukungan sektor mineral dan batubara dalam memperkuat penanganan darurat di tengah kondisi masyarakat yang masih membutuhkan pelayanan kesehatan dan bantuan dasar.
Perluas Jangkauan ke Wilayah Pedalaman
Setelah menjangkau 19 desa, operasi tanggap darurat selanjutnya diarahkan untuk memperluas pelayanan ke wilayah pedalaman yang memiliki akses lebih sulit.
Penilaian kondisi kerusakan, pelayanan kesehatan, pendistribusian obat-obatan dan logistik, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akan terus dilakukan selama masa tanggap darurat.
Melalui kolaborasi pemerintah, perusahaan, dan unsur terkait, Tim Tanggap Darurat Sektor Mineral dan Batubara berupaya memastikan warga terdampak gempa di Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo tetap mendapatkan pelayanan kemanusiaan, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil.



