Pangkalan Susu - OPS,Jurnal.Asia
Sampah yang berserakan dan menumpuk di pasar tradisional Kecamatan Pangkalan Susu memicu bau tidak sedap, merusak kenyamanan pembeli, dan mencemari lingkungan,Kamis (27/8/2026).
Beragam jenis sampah kering dan sampah basah menumpuk, seperti limbah rumah tangga, hewan ternak potong, sayur mayur, plastik dan lain sebagainya yang membuat lingkungan pasar tradisional jorok dan mengeluarkan bau busuk.
Sampah menumpuk di daerah itu bukan kali ini saja, tapi badan jalan tersebut nyaris setiap hari diwarnai tumpukan sampah yang membuat warga kesal, ujar ucok, salah satu warga Kelurahan Bukit Jengkol kepada kru Ops,Jurnal.Asia.dilapangan.
Menurut dia, sampah menumpuk yang nyaris menutupi badan jalan, yang mengakibatkan berbagai jenis kenderaan, termasuk becak bermotor (Betor) sulit melintasi jalan.
"Bertahun-tahun, badan jalan jorok, se-akan tak pernah luput dari tumpukan sampah kering dan sampah basah," ujarnya dengan nada tanya.
Bau busuk menyengat hidung, dan berpotensi menimbulkan penyakit bagi warga sekitar pasar, juga bagi para pedagang di pasar tradisional Pangkalan Susu, akibat tumpukan sampah basah dan kering terkesan dibiarkan menumpuk hingga berhari hari, ucapnya.
Apalagi saat hujan turun malam, pagi harinya bau busuk semakin menyengat hidung, demikian juga ketika siang panas terik matahari baunya ngga karukaruan, ungkapnya.
Padahal, berdekatan sama Kantor Camat Pangkalan Susu begitu dekat dengan badan jalan yang menjadi tumpukan sampah, hanya dinding/tembok yang membatasinya, belum lagi anak anak sekolah dan guru, dan pegawai kantor camat nyaris setiap hari mencium bau busuk tiap hari, terangnya.
Dia berharap, Kadis Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Langkat serius dalam menangani sampah di daerah ini, dengan memerintahkan jajarannya segera mengevakuasi tumpukan sampah, jangan sampai berhari hari sampah menumpuk yang dampaknya mengganggu ketenangan warga di sini, ujarnya.
Pantauan,kru Ops,jurnal.Asia di lapangan sampah yang menumpuk di badan jalan di perkirakan sepanjang 25 meter, lebar 6 meter, sehingga nyaris menutupi ruas badan jalan. Hingga pukul 17:00, tumpukan sampah belum juga diangkut keluar
ERI
