OKU TIMUR — Kemarau panjang mulai menguji ketangguhan petani di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur). Ketika hujan tak kunjung turun dan sumber air semakin menyusut, ancaman sawah kekeringan pun berada di depan mata.
Namun, di tengah kondisi tersebut, muncul sebuah gagasan sederhana tetapi penuh harapan: “Listrik Masuk Sawah”.
Bukan sekadar menghadirkan listrik hingga ke kawasan persawahan, program ini memanfaatkan energi listrik untuk menggerakkan pompa air, sehingga air dapat dialirkan ke lahan pertanian yang membutuhkan.
Inovasi tersebut mulai diperkenalkan oleh Joniria dan Saparen, warga OKU Timur, sebagai salah satu upaya menghadapi persoalan kekeringan yang selama ini menjadi tantangan petani saat musim kemarau.
Bagi petani, setiap tetes air sangat berarti. Sawah yang sebelumnya terancam mengering kini memiliki peluang untuk tetap mendapatkan pasokan air.
Dari Kekeringan Menjadi Harapan
Joniria mengatakan, kemarau panjang tidak boleh membuat petani kehilangan harapan. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk membantu masyarakat mempertahankan produktivitas pertanian.
“Kita tidak bisa mengendalikan kapan hujan turun. Tetapi kita bisa berusaha mencari solusi ketika air sulit. Listrik masuk sawah ini salah satu ikhtiar kita agar sawah tetap mendapatkan air dan petani tetap bisa berproduksi,” ujar Joniria.
Menurut dia, pemanfaatan listrik untuk pompa air dapat menjadi alternatif bagi wilayah persawahan yang masih memiliki sumber air, tetapi terkendala dalam mengalirkannya ke lahan.
“Kami berharap apa yang kami lakukan ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat dan petani lainnya di OKU Timur. Jangan sampai sawah dibiarkan kering begitu saja ketika sebenarnya masih ada sumber air yang bisa dimanfaatkan,” katanya.
Saparen: Petani Jangan Menyerah pada Kemarau
Saparen menambahkan, persoalan kekeringan merupakan tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.
Ia menilai pemanfaatan listrik untuk pengairan sawah dapat menjadi salah satu langkah konkret untuk membantu petani bertahan di tengah musim kemarau.
“Petani tentu sangat membutuhkan air. Kalau air tidak ada, tanaman bisa gagal. Karena itu kita harus mencari jalan keluar. Listrik untuk menghidupkan pompa air menjadi salah satu solusi yang bisa kita manfaatkan,” ujar Saparen.
Ia berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Kami ingin ini bukan hanya untuk kami. Kalau bisa, menjadi contoh dan bisa dirasakan manfaatnya oleh petani-petani lain di OKU Timur,” tambahnya.
PLN: Listrik Harus Memberi Nilai Tambah bagi Masyarakat
Sementara itu, Manager PLN Ranting Tugu Mulyo, Nur Shidiq Budi Bowo Nugroho, ST, menyambut baik pemanfaatan listrik untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat, termasuk sektor pertanian.
Menurutnya, listrik memiliki peran penting dalam mendorong aktivitas ekonomi dan produktivitas masyarakat.
“Listrik tidak hanya untuk penerangan rumah tangga. Listrik juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, termasuk membantu sektor pertanian melalui penggunaan pompa air,” jelas Nur Shidiq.
Ia mengatakan, pihaknya mendukung pemanfaatan energi listrik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan ketentuan teknis yang berlaku.
“Yang paling penting adalah penggunaan listrik dilakukan secara aman dan sesuai ketentuan. Kami tentu berharap pemanfaatan listrik untuk pertanian ini bisa memberikan manfaat dan membantu masyarakat,” katanya.
Ketika Listrik Menjadi Harapan Petani
Kemarau panjang memang tidak bisa dihentikan. Hujan juga tidak bisa dipaksa datang.
Tetapi ikhtiar manusia tidak boleh berhenti.
Di tengah sawah yang mulai mengering, suara mesin pompa yang bekerja mengalirkan air menjadi simbol bahwa petani OKU Timur tidak ingin menyerah begitu saja kepada keadaan.
“Listrik Masuk Sawah” menjadi sebuah gambaran bahwa teknologi sederhana, ketika dimanfaatkan dengan tepat, dapat menjadi solusi bagi persoalan besar.
Jika terus dikembangkan dengan dukungan berbagai pihak, inovasi ini bukan hanya membantu menghadapi kemarau saat ini, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan OKU Timur di masa mendatang.
Sawah boleh menghadapi kemarau, tetapi harapan petani tidak boleh ikut mengering.
Ind16



