• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Pelatihan Tak Cukup, Mitigasi Bencana Harus Dibuktikan di Lapangan

    Senin, 13 Juli 2026, Juli 13, 2026 WIB Last Updated 2026-07-13T16:30:39Z
    masukkan script iklan disini


    Bojonegoro, Jatim | Opini – Pelatihan relawan kebencanaan patut diapresiasi sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana.

    Namun demikian, pelatihan hanyalah satu bagian dari sistem mitigasi yang seharusnya dibangun secara menyeluruh oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

    Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan relawan yang terampil, tetapi juga kebijakan yang mampu melindungi keselamatan mereka.

    Di sepanjang daerah aliran Sungai Bengawan Solo, ancaman banjir saat musim hujan bukan lagi persoalan baru.

    Ironisnya, kabar warga tenggelam di Bengawan Solo juga terus berulang, baik anak-anak maupun orang dewasa.

    Rangkaian peristiwa tersebut semestinya menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk memperkuat sistem mitigasi.

    Pelatihan mitigasi bencana pun terus digelar hampir setiap tahun sebagai bagian dari peningkatan kapasitas relawan.

    Namun demikian, publik berhak mempertanyakan sejauh mana hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

    Sebab, kecelakaan air di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo masih terus berulang hingga sekarang.

    Korban jiwa masih terus berjatuhan, mulai anak-anak hingga orang dewasa yang kehilangan nyawa.

    Karena itu, pelatihan semata belum cukup apabila belum diikuti tindakan nyata yang menyentuh akar persoalan.

    Pemerintah Kabupaten Bojonegoro perlu memperkuat upaya pencegahan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

    Mulai pemetaan titik rawan, pemasangan rambu keselamatan, hingga penyediaan sarana penyelamatan.

    Selain itu, edukasi keselamatan sungai harus menjangkau keluarga, sekolah, dan masyarakat secara rutin.

    Sistem peringatan dini, pengawasan kawasan rawan, serta kesiapsiagaan desa juga harus diperkuat.

    Relawan memang memegang peran penting saat keadaan darurat, tetapi mereka bukan solusi utama.

    Tugas relawan membantu masyarakat ketika bencana terjadi, sedangkan pencegahan tetap menjadi kewajiban pemerintah.

    Oleh sebab itu, setiap pelatihan harus diikuti kebijakan yang konkret, dukungan anggaran, dan evaluasi yang berkelanjutan.

    Keberhasilan mitigasi tidak diukur dari banyaknya pelatihan atau ramainya peserta yang dilibatkan.

    Melainkan dari berkurangnya korban tenggelam, menurunnya risiko bencana, dan meningkatnya keselamatan masyarakat.

    Pada akhirnya, keselamatan warga merupakan ukuran keberhasilan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. 

    Pelatihan adalah langkah awal, tetapi tindakan nyata di lapangan menjadi bukti yang paling dinantikan masyarakat.

    Penulis: Agus Harianto.
    Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jatim.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini