Garut - Opsjurnal.asia - Jajaran PAC Grib Jaya Limbangan menegaskan sikap tegasnya tak akan tinggal diam menyaksikan warga, khususnya pelajar, menjadi sasaran kejahatan di jalanan. Pernyataan ini disampaikan menyusul peristiwa yang menimpa seorang siswa SMAN 8 Garut yang diduga menjadi korban penipuan dengan modus pengaruh hipnotis, hingga kendaraan bermotor dan telepon genggamnya hilang dibawa pelaku.
Berdasarkan keterangan yang terhimpun, peristiwa bermula saat korban pulang sekolah menuju kediamannya di lingkungan RT 03/04 Desa Mekarsari Kecamatan Selaawi Garut. Di tengah perjalanan pulang bersama dua orang rekannya, korban berpisah sejenak dan tiba-tiba dipepet oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Penumpang perempuan turun dan menepuk bahu korban, yang sejak saat itu kondisinya berubah linglung dan menuruti perintah pelaku tanpa sadar.
Korban kemudian diajak mengantar pelaku hingga kawasan Berdikari, tepatnya di depan sebuah rumah makan Padang. Di sana, korban disuruh turun dan dipindahkan ke motor pelaku laki-laki, sementara pelaku perempuan membawa pergi motor milik korban. Korban ditinggalkan sendirian di persimpangan Leuwi Goong, seberang BNI sebelum Pasar Limbangan. Saat kesadarannya perlahan kembali, barulah disadari bahwa motor serta ponselnya telah hilang. Keterangan ini turut diperkuat oleh pemilik rumah makan yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Tidak lama setelah ditinggalkan pelaku, korban ditemukan dan segera diantar pulang ke rumah oleh Pak Mamad (PAC Grib Jaya Limbangan) bersama dua orang rekan sekolahnya, yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga dan jajaran DPC Grib Jaya Garut.
Merespons hal itu, Ketua DPC Garut langsung berkoordinasi PAC Grib Jaya Limbangan segera turun tangan mendampingi korban dan keluarga, serta membantu menghimpun fakta untuk dilaporkan ke pihak kepolisian. “Kami tidak akan diam saat anak rakyat dirugikan. Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa perlindungan dan kepedulian harus berjalan nyata, bukan sekadar janji,” tegas Kang Mamad PAC Grib Jaya Limbangan. Rabu, (29/7/26)
Menanggapi langkah cepat tersebut, Ketua DPC Grib Jaya Garut Asep Rahmat Permana, S.HI., S.H. memberikan apresiasi yang sangat positif sekaligus mempertegas komitmen organisasi:
“Langkah yang diambil rekan-rekan PAC Limbangan ini adalah bukti nyata jiwa pengabdian yang kita tanam. Saya sangat mengapresiasi kepedulian, keberanian, dan kecepatan merespons kondisi saudara kita yang menjadi korban. Inilah wujud organisasi yang hadir, bukan sekadar ada nama, melainkan ada jiwanya di tengah masyarakat.”
Beliau menambahkan, “Kita semua harus memahami bahwa menjaga keamanan dan ketenangan warga adalah tanggung jawab bersama. Jika ada yang merugikan rakyat, apalagi anak-anak kita yang masih sekolah, maka seluruh jajaran Grib Jaya wajib bersatu menjadi benteng. Saya berharap semangat ini menular ke seluruh wilayah di Garut: jangan diam melihat kejahatan, bergeraklah melindungi sesama.”
Pihaknya mengimbau seluruh lapisan masyarakat, terutama orang tua dan pelajar, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap orang asing yang berusaha mendekat secara mencurigakan, melakukan kontak fisik tak perlu, atau meminta bantuan yang tidak wajar. Masyarakat juga diminta saling mengawasi lingkungan dan segera melapor jika menemukan hal yang mencurigakan.
Saat ini laporan telah diserahkan ke kepolisian guna menelusuri identitas dan jejak kedua pelaku serta memulihkan hak korban yang dirugikan.
Catatan Debu Jalanan Gatra:
“Kebaikan tetap ada di tengah kejahatan yang mengintai. Terima kasih kepada Pak Mamad dan rekan-rekan sekolah yang sigap menolong. Kehadiran sesama adalah benteng paling ampuh agar anak-anak kita tidak merasa sendirian saat tertimpa musibah.”
(Zakariyya/Debu Jalanan Gatra)


