Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di LPKA Kelas I Tangerang
TANGGERANG - Opsjurnal.asia - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tahun 2026, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman didampingi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. mengunjungi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang. Kunjungan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara untuk memastikan perlindungan, pendampingan, dan kesempatan yang setara bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.
Di hadapan anak-anak binaan yang hadir secara langsung maupun melalui jaringan daring dari berbagai wilayah Indonesia, Kepala Staf Kepresidenan menegaskan prinsip kepemimpinan yang berpihak pada pemulihan dan harapan:
“Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk bangkit dan meraih masa depan yang lebih baik. Semua orang bisa berbuat salah, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita belajar dan bangkit. Kalian yang diuji hari ini adalah calon-calon orang hebat di masa depan.”
PEMBINAAN SEBAGAI JALAN PEMULIHAN DAN PENGEMBANGAN POTENSI
Kehadiran pemimpin negara di sini bukan semata seremonial, melainkan bentuk komitmen bahwa sistem pembinaan harus berorientasi pada pemulihan karakter dan pemberian ruang tumbuh. Tidak ada anak yang terlahir untuk gagal; kesalahan masa lalu bukanlah vonis masa depan, melainkan bagian dari proses belajar yang harus diiringi dengan bimbingan, kasih sayang, dan dukungan yang tepat.
Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan menyeluruh terhadap fasilitas pendidikan dan pembinaan yang tersedia. Kepala Staf Kepresidenan juga secara simbolis menyerahkan bantuan alat tulis, sebagai wujud dukungan nyata terhadap kelangsungan proses belajar dan persiapan masa depan mereka. Langkah ini menegaskan bahwa pendidikan adalah hak mutlak yang menjadi jembatan utama bagi anak-anak untuk kembali tegak dan berkontribusi bagi bangsa.
JIWA KEPEMIMPINAN YANG MEMBUKA PINTU KESEMPATAN
Pernyataan Kastaf mencerminkan jiwa kepemimpinan yang tidak menghakimi, melainkan mengangkat derajat. Negara hadir bukan untuk menutup pintu, melainkan memastikan pintu perbaikan, pendidikan, dan kesempatan kedua senantiasa terbuka lebar. Setiap anak, apa pun latar belakang dan perjalanannya, adalah aset bangsa yang berhak dididik menjadi pribadi yang bermoral, mandiri, dan berguna.
Memperingati Hari Anak Nasional 2026, pesan ini menjadi amanat bersama: Bersama, kita wujudkan masa depan terbaik bagi setiap anak Indonesia. Tidak ada yang tertinggal, tidak ada yang ditinggalkan, selama kita bersatu membimbing mereka untuk bangkit dari keterbatasan menuju pencapaian yang gemilang.
(M.A. Zakariyya S.E)



