• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Masten Purba Bantah Tuduhan Pengeroyokan Dermawan Purba, Tegaskan Baru Tiba Setelah Perkelahian Usai

    Sabtu, 25 Juli 2026, Juli 25, 2026 WIB Last Updated 2026-07-25T02:27:11Z
    masukkan script iklan disini



    Simalungun,OpsJurnal.Asia -


    Masten Purba membantah tuduhan yang menyebut dirinya bersama dua saudaranya melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap Dermawan Purba. Menurut penjelasan yang disampaikan pihak Masten Purba, peristiwa yang terjadi merupakan cekcok yang berkembang menjadi perkelahian, dan dirinya baru tiba di lokasi setelah situasi telah mereda.


    Berdasarkan keterangan dari pihak Masten Purba, insiden bermula dari cekcok antara Masron Purba dan Dermawan Purba di warung milik Jariaman Purba. Perselisihan tersebut kemudian berubah menjadi keributan dan perkelahian.


    Pihak Masten Purba menyatakan bahwa Masron Purba justru lebih dahulu dikeroyok oleh tiga orang, yakni Dermawan Purba, Jariaman Purba selaku pemilik warung, dan Jasudin Saragih yang disebut sebagai keluarga Suhendra Saragih.


    Keributan itu kemudian terdengar oleh Wan Feri Purba yang berada tidak jauh dari lokasi. Menurut keterangan tersebut, Wan Feri datang dengan tujuan melerai perkelahian yang sedang berlangsung. Namun, kehadirannya justru dianggap sebagai bagian dari kelompok Masron Purba sehingga situasi semakin memanas dan perkelahian pun berlanjut dengan melibatkan tiga orang melawan dua orang.


    Sekitar 20 menit setelah keributan mereda, Masten Purba mengaku baru tiba di lokasi. Ia menyatakan kedatangannya bertujuan menenangkan situasi sekaligus mengajak kedua adiknya, Masron Purba dan Wan Feri Purba, pulang ke rumah masing-masing.


    Menurut Masten Purba, saat dirinya tiba di lokasi, ia masih melihat Dermawan Purba dalam keadaan sehat dan bugar setelah perkelahian tersebut. Ia juga mengaku sempat dihalangi untuk mendekat oleh Tulaman Saragih, Jariaman Purba, Jhon Elias Efendi Purba, dan Herlina Damanik.


    Setelah situasi benar-benar kondusif, massa membubarkan diri. Masten Purba kemudian pulang bersama kedua adiknya.


    Namun, pascakejadian tersebut, Dermawan Purba melaporkan Masten Purba, Masron Purba, dan Wan Feri Purba ke Polsek Silou Kahean sehingga ketiganya berstatus sebagai terlapor.


    Melalui rilis ini, Masten Purba menegaskan bahwa dirinya membantah telah melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap Dermawan Purba. Ia menyatakan tidak berada di lokasi saat perkelahian berlangsung karena baru datang setelah kejadian mereda. Sementara itu, menurut keterangannya, Masron Purba merupakan pihak yang lebih dahulu menjadi korban pengeroyokan, sedangkan Wan Feri Purba datang untuk melerai perkelahian.


    Catatan Redaksi: Rilis ini memuat keterangan dan versi peristiwa dari pihak Masten Purba. Dugaan tindak pidana tersebut masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum, sehingga seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini