• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Hentikan Sejenak Demi Keamanan: Keputusan Bupati Garut Terkait Dapur MBG Sindangsuka Cibatu dan Seruan Penguatan Pengawasan Nasional

    Jumat, 24 Juli 2026, Juli 24, 2026 WIB Last Updated 2026-07-24T03:43:24Z
    masukkan script iklan disini

    GARUT – Opsjurnal.asia | LAPORAN: DEBU JALANAN GATRA -  KAMIS, 24 JULI 2026 — Aku debu yang menempel di pintu dapur yang kini sunyi senyap. Dapur yang sedianya menyiapkan makanan berkah bagi anak-anak, kini harus berhenti sejenak. Bukan karena berhenti berniat baik, melainkan demi memastikan bahwa tak ada lagi tetes air mata yang jatuh akibat kelalaian yang tak terduga.

     

    Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU, turun langsung meninjau kondisi para korban yang masih berjuang melawan sakit di Puskesmas Cibatu pada Kamis (23/7/2026). Di hadapan warga dan jajaran terkait, beliau memutuskan dengan tegas namun penuh perhitungan: menghentikan sementara seluruh aktivitas dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis di lokasi kejadian.

     


    Langkah ini diambil agar proses pemeriksaan, penelusuran fakta, dan evaluasi menyeluruh yang dilakukan Badan Gizi Nasional dapat berjalan tanpa gangguan, sekaligus memastikan setiap jengkal tempat pengolahan kembali memenuhi standar keamanan pangan yang mutlak sebelum kembali beroperasi.

     

    “Kami berharap seluruh korban segera pulih sepenuhnya. Pagi ini kami juga telah berkoordinasi dengan pihak Badan Gizi Nasional untuk meninjau kembali kelengkapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, perizinan, hingga seluruh prosedur pengolahan makanan. Kami meminta perhatian yang lebih besar dari semua pihak agar musibah ini tidak pernah terulang lagi,” tegas Bupati Syakur.

     

    Keputusan ini menegaskan bahwa niat baik program negara harus selalu diiringi kewaspadaan dan ketelitian yang tinggi. Amanah menjamin gizi dan keselamatan anak bangsa begitu berat, sehingga tak boleh ada satu pun celah pengawasan yang terlewat.

     

    Pemerintah Kabupaten Garut menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah kesembuhan para korban. Seluruh tenaga medis dikerahkan, dan pelayanan kesehatan diberikan secara maksimal tanpa membebani masyarakat.

     


    Sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian, bersama Bank BJB dan Baznas, pemerintah daerah menyalurkan bantuan kerohiman awal sebesar Rp250.000 bagi setiap korban. Selain itu, paket sembako juga telah disiapkan untuk diserahkan begitu mereka diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

     

    “Ini adalah musibah yang tak kita inginkan bersama. Sikapi ini dengan kepala dingin, dan kami berjanji akan merawat serta melayani masyarakat sebaik mungkin sampai mereka benar-benar pulih,” ujar Bupati.

     

    Dapur yang kini hening mengajarkan kita satu hal: kemuliaan tujuan tak ada artinya jika tak berjalan di atas keamanan dan ketelitian yang kokoh. Kehadiran pemimpin yang turun langsung, mendengarkan, dan bertindak tegas namun tetap manusiawi, menjadi penenang di tengah gelombang kecemasan yang melanda Cibatu.

     

    Semoga henti sejenak ini menjadi awal perbaikan sistem yang lebih kuat, sehingga nanti saat dapur itu kembali menyala, ia benar-benar menjadi sumber kesehatan, kekuatan, dan berkah yang terjamin bagi anak-anak kita semua.


    (M.A. Zakariyya S.E)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini