• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Drs. H. Tito Sugito, M.M Tegaskan Kedudukan Konstitusional: ASIAFI Adalah Jantung Olahraga Masyarakat Garut

    Sabtu, 18 Juli 2026, Juli 18, 2026 WIB Last Updated 2026-07-18T06:48:04Z
    masukkan script iklan disini

    GARUT, Opsjurnal.asia - Suasana khidmat pelantikan kepengurusan baru Asosiasi Instruktur Aerobik dan Fitnes Indonesia (ASIAFI) Kabupaten Garut periode 2026–2030 mendadak berubah menjadi momen yang membekas dan menyadarkan sepenuhnya. Ketika seluruh hadirin bersiap menerima ucapan selamat dan pujian, Wakil Sekretaris DPD Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Garut, Drs. H. Tito Sugito, MM, justru menyampaikan amanat yang sangat mendalam, tegas, dan menohok hingga ke akar keberadaan organisasi.


    Bukan Sekadar Anggota, Tapi Bagian Dari Tubuh Yang Sama


    Dengan suara berwibawa dan merujuk tegas pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KORMI, Tito Sugito meluruskan kesalahpahaman yang sering terjadi:

     

    “Seringkali orang bilang ASIAFI adalah ‘mitra’. Hari ini saya tegaskan dengan hukum organisasi yang sah: ASIAFI BUKAN sekadar mitra. Kalian adalah Organisasi Anggota resmi, bagian tak terpisahkan, adalah daging dari daging dan darah dari darah KORMI. Kalian memiliki hak konstitusional dan kewajiban mutlak yang terikat erat dalam satu nafas perjuangan olahraga masyarakat Indonesia.”

     

    Ia menegaskan betapa berharganya peran yang telah dijalankan:

    “Dari ribuan langkah kaki yang telah kalian gerakkan, dari senyum dan keringat di setiap latihan—ASIAFI adalah organisasi yang paling banyak menyentuh nadi kesehatan masyarakat Garut. Kalianlah jembatan emas yang menghubungkan cita-cita pembangunan di atas kertas dengan denyut nadi nyata di setiap jantung warga, dari kota hingga ke pelosok desa.”


    Peringatan Yang Menggetarkan: “Tidak Ada Hadiah Untuk Yang Hanya Berhasil Di Masa Lalu”


    Namun puncak amanatnya datang dengan ketegasan yang menghentak hati setiap pengurus baru:

     


    “Saya ucapkan selamat atas pelantikan ini. Tapi izinkan saya berkata jujur tanpa menabur gula: Kemenangan hari ini bukanlah kemenangan yang selesai, melainkan awal dari perjuangan yang jauh lebih berat. Jasa yang kalian berikan kemarin tidak cukup untuk membayar tuntutan kebutuhan masa depan rakyat Garut.”

     

    “Kesehatan bukanlah pencapaian sekali jadi. Tantangan zaman berubah, penyakit berkembang, dan harapan masyarakat kian tinggi. Jika kalian merasa cukup dengan apa yang sudah dicapai, maka di situlah kalian mulai mundur. Organisasi yang berhenti berkarya, sama saja dengan membiarkan harapan rakyat mati perlahan.”


    Satu Jantung, Satu Tujuan: Tidak Boleh Ada Yang Berjalan Sendir

     

    Di akhir amanatnya, ia kembali mengingatkan prinsip persaudaraan yang tak boleh retak:

     

    “Kekuatan terbesar KORMI bukan pada nama besarnya, melainkan pada kebersamaan seluruh anggotanya. Dan kekuatan terbesar ASIAFI akan lenyap jika kalian merasa mampu berjalan sendiri. Tetaplah bersandar pada aturan, tetaplah menyatu dengan sesama, dan ingatlah satu hal: Kalian dipilih bukan untuk menjadi pemimpin panggung, tapi untuk menjadi pelopor keselamatan dan kesejahteraan sesama.”

     

    “Maka bergeraklah, bergeraklah dengan lebih terukur, bergeraklah dengan lebih berdampak. Karena Garut sedang menanti karya nyata kalian yang sesungguhnya.”


    Pernyataan ini seketika menjadi arah kompas baru bagi ASIAFI: dihormati atas sejarahnya, namun dituntut untuk melahirkan kebesaran yang jauh lebih gemilang demi tanah kelahiran.


    (M.A. Zakariyya S.E)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini