Bojonegoro, Jatim - Sebuah video yang memperlihatkan sepasang muda-mudi menjadi sorotan warganet.
Video tersebut disebut direkam di Taman Bengawan Solo Utara kawasan Pasar Kota Bojonegoro.
Peristiwa itu disebut terjadi pada Jumat malam, 19 Juni 2026, lalu menyebar di media sosial atau Medsos.
Unggahan Medsos berasal dari akun Grup Facebook Lingkar Jonegoro yang membagikan video tersebut.
Dalam unggahan itu tertulis kalimat "TAK PATUT!!!" yang kemudian memicu berbagai komentar.
Unggahan tersebut juga menyebut lokasi kejadian berada di Taman Bengawan Solo Kota Bojonegoro.
Selain itu muncul pertanyaan mengenai penerangan dan perlunya pemasangan CCTV di kawasan taman.
Dalam rekaman yang beredar, pasangan muda itu terlihat duduk berdekatan di sebuah kursi taman.
Keduanya tampak berada dalam posisi sangat dekat hingga menarik perhatian warga sekitar.
Rekaman juga memperlihatkan kaki kanan perempuan berada di pangkuan kaki kiri pria saat video direkam.
Saat sejumlah warga mendekat, pria dalam video tampak menggerakkan tangan kanan dan mengubah posisi.
Dalam rekaman, tangan kanan pria terlihat berada di balik kerudung yang dikenakan perempuan.
Tangan tersebut tampak baru ditarik saat warga yang merekam berada pada posisi jarak lebih dekat.
Sementara tangan kiri pria terlihat berada di belakang tubuh perempuan dalam rekaman video.
Pada saat yang sama, kerudung perempuan tampak melebar ke arah depan menutupi bagian lengan kanannya.
Namun rekaman singkat itu tidak memperlihatkan secara utuh kejadian sebelum warga mendekat.
Beberapa warga kemudian tampak berkumpul di sekitar lokasi sambil merekam menggunakan ponsel.
Suasana taman di tepi Sungai Bengawan Solo itu pun mendadak menjadi perhatian masyarakat.
Video berdurasi singkat tersebut kemudian memunculkan beragam tanggapan dari para warganet.
Sebagian menyoroti pentingnya menjaga etika dan norma ketika berada di ruang publik.
Sebagian lainnya meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari rekaman itu.
Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai identitas maupun kronologi lengkap kejadian.
Peristiwa ini kembali memunculkan diskusi tentang etika serta pengawasan ruang publik. [Agus].

