• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Ruwat Bumi Desa Capar 2026 Meriah, Tradisi Leluhur Perkuat Kebersamaan dan Rasa Syukur Warga

    Rabu, 17 Juni 2026, Juni 17, 2026 WIB Last Updated 2026-06-17T03:42:57Z
    masukkan script iklan disini







    KABUPATEN TEGAL, opsjurnal.asia – Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur mewarnai pelaksanaan tradisi Sedekah Bumi atau Ruwat Bumi Tahun 2026 di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Selasa (16/6/2026). Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi wujud syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan, ketenteraman, serta keberkahan hasil bumi yang diperoleh selama setahun terakhir.


    Kegiatan diawali dengan prosesi pemotongan satu ekor kambing dan dua ekor ayam yang kemudian dimasak bersama sebagai bagian dari rangkaian kenduri dan doa bersama. Prosesi doa dipimpin para sesepuh desa sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan agar masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan.


    Kepala Desa Capar, Kukuh Supribadi, mengatakan bahwa tradisi Sedekah Bumi merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur dan perlu terus dijaga keberlangsungannya.


    “Acara ini murni lahir dari semangat gotong royong masyarakat. Pemerintah desa hanya memfasilitasi, sementara seluruh pelaksanaan didukung oleh partisipasi warga yang secara sukarela memberikan sumbangan demi terselenggaranya tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujar Kukuh.



    Menurutnya, Sedekah Bumi tidak hanya menjadi sarana ungkapan syukur, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi dan memperkuat persatuan antarwarga.


    Setelah doa bersama, masyarakat mengikuti tradisi rebutan gunungan hasil bumi yang berisi berbagai jenis sayuran, buah-buahan, dan hasil pertanian lainnya. Dengan penuh antusias, warga memperebutkan isi gunungan yang diyakini membawa keberkahan serta menjadi simbol harapan akan hasil panen yang lebih baik pada masa mendatang.


    Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan kesenian ronggeng yang menghibur masyarakat hingga malam hari. Pertunjukan tersebut tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian seni dan budaya lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.


    Tidak hanya dihadiri warga Desa Capar, kegiatan ini juga menarik perhatian masyarakat dari sejumlah desa sekitar yang turut datang untuk menyaksikan dan meramaikan perhelatan budaya tersebut.


    Pelaksanaan Sedekah Bumi 2026 menjadi bukti kuat bahwa nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur masih terpelihara dengan baik di tengah perkembangan zaman. Tradisi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas dan jati diri masyarakat.


    Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan harmonisasi antara pelestarian budaya, kehidupan sosial masyarakat, serta nilai-nilai spiritual yang terus dijunjung tinggi oleh warga Desa Capar.


    (PEWARTA : DIYARNI/YANI)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini