• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Karakter Kepemimpinan Sebagai Penentu Kemajuan Bangsa: Rd H. Holil Aksan Umarzaen: Perlunya Pemimpin yang Berani Mengambil Keputusan Strategis Demi Kesejahteraan Umum

    Rabu, 17 Juni 2026, Juni 17, 2026 WIB Last Updated 2026-06-17T00:53:18Z
    masukkan script iklan disini

    Garut.Opsjurnal.asia — Dalam lintasan sejarah penyelenggaraan negara Republik Indonesia, kualitas kepemimpinan yang bercirikan ketegasan dan keberanian menjadi prasyarat mendasar guna mewujudkan kemajuan nasional yang berkelanjutan. Hal tersebut dikemukakan oleh Rd H. Holil Aksan Umarzaen, Ketua Umum PM GATRA, dalam sesi jajak pendapat yang diselenggarakan Opsjurnal.asia pada Rubrik Gatra.

     

    Menurutnya, secara prinsipil seluruh mantan kepala negara Republik Indonesia memiliki maksud dan tujuan yang konstruktif bagi kepentingan bangsa dan negara. Akan tetapi, tidak semua di antaranya memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai akar permasalahan struktural, maupun keberanian untuk melaksanakan langkah-langkah penyelesaiannya secara konsisten.

     


    “Sebenarnya semua mantan presiden RI memiliki niat yang baik untuk bangsa dan negara ini. Namun tidak semuanya dari mereka tahu apa persoalan utamanya dan bagaimana cara mengatasinya. Jika pun mereka sudah memahami inti masalahnya, kerap kali tidak memiliki nyali dan keberanian yang cukup untuk mengeksekusinya hingga tuntas,” tegas Rd Holil dengan pandangan yang mendalam. Rabu, (17/06/26)

     

    Beliau menegaskan bahwa keberlangsungan dan kekuatan suatu negara sangat bergantung pada kualitas kepemimpinannya. Sosok pemimpin yang andal tidak hanya dituntut memiliki wawasan yang luas, melainkan juga keberanian untuk mempertaruhkan segala aspek amanah yang diembannya demi kepentingan kolektif.

     

    “Negara yang kuat memang harus dipimpin oleh sosok yang berkarakter kuat. Sosok yang tidak hanya berani mempertaruhkan jabatannya, tetapi juga nyawanya sekalipun. Saya hidup sejak masa pemerintahan Presiden Soeharto hingga masa-masa selanjutnya, dan baru kali ini mendengar seorang pemimpin menyatakan dengan lantang, tulus, dan berulang kali: ‘Siap mati untuk rakyat’ — itulah Presiden Prabowo Subianto,” ungkapnya.

     

    Menyikapi pernyataan yang mencerminkan komitmen tersebut, Rd Holil menyampaikan harapan sekaligus keprihatinan, seraya mendoakan agar pemimpin tersebut senantiasa diberikan kekuatan dan perlindungan.

     

    “Saya senantiasa mendoakan beliau semoga diberikan umur panjang, kesehatan yang prima, serta kekuatan lahir dan batin. Meski demikian, menurut pengamatan dan pemahaman saya, pemimpin yang memiliki karakter seberani ini biasanya justru menjadi sasaran pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh perubahan yang dibawanya,” ujarnya.

     

    Lebih lanjut, ia menguraikan akar permasalahan mendasar yang selama ini menjadi hambatan bagi pembangunan nasional. Dari perspektifnya, Indonesia bukanlah negara yang kekurangan sumber daya alam, melainkan menghadapi tantangan dalam pengelolaan dan pemanfaatannya.

     

    “Problem utama Indonesia sangat jelas: kekayaan alam dan aset negara yang melimpah selama ini dirampok, sementara rakyatnya justru dibuat hidup dalam keterbatasan. Alasannya sederhana — rakyat yang hidup dalam kemiskinan jauh lebih mudah dikendalikan dan diatur sesuai keinginan segelintir pihak yang berkuasa,” paparnya.

     

    Rd Holil menekankan bahwa saat ini diperlukan transformasi mendasar dalam pola kepemimpinan. Amanah yang diemban mengharuskan pemimpin untuk menjamin keutuhan kekayaan negara dan mengarahkannya secara langsung bagi peningkatan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.

     

    “Siapa pun presidennya, harus berani mengamankan seluruh kekayaan ini dan menggunakannya secara adil untuk kemakmuran rakyat. Di sinilah letak makna transformasi kepemimpinan yang sesungguhnya, dari sekadar memerintah menjadi benar-benar melayani dan memperjuangkan nasib bangsa,” pungkasnya.

     

    Pandangan ini diharapkan menjadi bahan refleksi bersama, guna melahirkan kepemimpinan yang tangguh, berintegritas, dan konsisten dalam memperjuangkan terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan berdaulat sepenuhnya.


    (M.A. Zakariyya, S.E)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini