Garut.Opsjurnal.asia — Menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap hamba dan jalan utama menuju kemuliaan hidup, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” Semangat itulah yang tercermin dari tingginya antusiasme warga Kabupaten Garut terhadap program Sekolah Rakyat, meski tahun ini alokasi kuotanya sangat terbatas, yakni hanya 30 siswa jenjang SMP.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, dr. Marlinda Siti Hana, yang menyatakan bahwa proses penyaringan calon peserta didik saat ini sedang berjalan dan diharapkan selesai dalam beberapa pekan ke depan.
“Proses seleksi masih berlangsung, hasilnya baru dapat diumumkan dalam waktu dekat. Tahun ini, jatah yang kami terima dari Kementerian Sosial hanya sebanyak 30 orang untuk tingkat SMP,” ujarnya kepada awak media pada Selasa, 16 Juni 2026.
Dalam pandangan agama, pendidikan adalah investasi pahala yang tidak akan pernah terputus manfaatnya. Sekolah Rakyat hadir sebagai wujud kepedulian negara untuk membuka akses ilmu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, agar mereka tidak terhalang keadaan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Program pendidikan berasrama ini bukan sekadar transfer pengetahuan umum, melainkan upaya mulia memutus mata rantai kemiskinan melalui jalan yang diridai Allah SWT.
“Keterbatasan daya tampung menjadi tantangan kami. Namun kami harus tetap menjalankan prinsip keadilan dan kehati-hatian dalam memilih, agar hak ini diberikan kepada mereka yang paling membutuhkan dan berhak menerimanya,” tambah Marlinda.
Pada tahap permulaan, Sekolah Rakyat rintisan di Garut sempat menampung 75 siswa dari jenjang SD hingga SMA di lingkungan Gedung Balai Latihan Kerja. Namun seiring berjalannya waktu dan keterbatasan fasilitas yang tersedia, untuk tahun ajaran 2026 ini seluruh peserta baru asal Garut akan ditempatkan di Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kabupaten Sumedang.
“Sementara ini kami gabungkan dengan fasilitas yang ada di Sumedang, mengingat gedung tetap untuk Garut masih dalam tahap persiapan. Ini adalah langkah sementara agar kesempatan belajar tetap terbuka,” jelasnya.
Dinas Sosial menegaskan bahwa ke depan, Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen membangun fasilitas Sekolah Rakyat secara permanen. Harapannya, nantinya lebih banyak anak yatim, dhuafa, dan keluarga kurang mampu dapat menimba ilmu tanpa harus berpindah daerah, mewujudkan doa para orang tua agar anaknya tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan mandiri.
“Kami berharap nanti ketika gedungnya sudah berdiri kokoh di Garut, kuotanya bisa jauh lebih besar. Semoga ini menjadi ladang amal bagi pemerintah, masyarakat, dan menjadi berkah bagi anak-anak yang sedang menuntut ilmu. Sebab, memuliakan anak dan mencerdaskan mereka adalah bagian dari ibadah sosial yang mendatangkan rahmat,” pungkasnya.
Semoga langkah ini menjadi cahaya yang menerangi masa depan generasi penerus, sesuai firman Allah SWT dalam Surah Az-Zumar ayat 9: “Katakanlah: ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang-orang yang berakhlak mulialah yang dapat menerima pelajaran.”
(M.A. Zakariyya, S.E)

