Garut - Opsjurnal.asia - Semangat mengokohkan persaudaraan dan memperluas ladang pengabdian kembali menyala di wilayah Limbangan. Pada hari yang sama, Ahad 2 Agustus 2026, pukul 08.00 WIB hingga selesai, dilaksanakan dua peristiwa penting secara beriringan: Pelantikan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) dan Ranting Muslimat NU Desa Simpen Kidul, serta Musyawarah Ranting NU dan Ranting Muslimat NU Desa Simpen Kaler. Kegiatan serentak ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai luhur persatuan, keilmuan, dan pelayanan senantiasa berjalan beriringan, menancapkan akar kuat organisasi hingga ke lapisan paling bawah masyarakat.
Upacara pelantikan di Desa Simpen Kidul berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri lebih dari 150 peserta yang mewakili berbagai elemen. Turut hadir dan memimpin prosesi adalah Rais Suryah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, didampingi pengurus Cabang Kabupaten Muslimat NU, jajaran Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU, PAC Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), serta perwakilan dari tujuh ranting desa se-kecamatan.
Arahan keagamaan dan penguatan organisasi disampaikan oleh ulama pembina: KH. Rd. Amin Muhyidin Maolani (Ketua MUI Kabupaten Garut) dan K.H. Rd. Imam Abdurochman (Ketua MUI Kecamatan Limbangan). “Struktur organisasi bukan sekadar deretan nama dan jabatan, melainkan tangga untuk semakin mendekatkan diri pada kebaikan. Ranting adalah ujung tombak pelayanan; di sinilah ajaran kasih sayang, gotong royong, dan persatuan benar-benar dirasakan langsung oleh warga. Semoga pengurus yang baru dilantik senantiasa memegang teguh amanah, melayani tanpa pamrih, dan menjadi perekat persaudaraan di tengah perbedaan,” ujar mereka dengan penuh keberkahan.
Lia Mulyanawati, S.Pd. (Sekretaris PAC Muslimat NU Kecamatan Limbangan sekaligus Pengurus PC Muslimat NU Kabupaten Garut) menyampaikan apresiasi dan harapan mendalam atas terlaksananya kegiatan ini. “Kegiatan pelantikan dan musyawarah serentak ini adalah bukti nyata bahwa kehadiran Muslimat NU senantiasa menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan masyarakat, khususnya kaum perempuan dan keluarga. Kami melihat semangat ini sebagai energi baru untuk memperkuat peran ibu-ibu: menjadi pendidik generasi terbaik di rumah, pelopor kebaikan di lingkungan, dan mitra setia membangun peradaban yang mulia. Semoga pengurus baru senantiasa mengemban amanah dengan hati tulus, menjaga kerukunan, dan menjadikan pelayanan sebagai cermin ajaran luhur,” tegasnya.
Tokoh masyarakat Desa Simpen Kidul, Ade Husna, S.Pd., M.Pd., menyambut langkah ini dengan harapan yang tinggi. “Kehadiran pengurus baru adalah harapan baru bagi kemajuan desa. Nilai-nilai yang dibawa NU dan Muslimat NU adalah pondasi kokoh untuk membangun peradaban yang beradab. Mari kita jadikan momen ini sebagai awal sinergi yang lebih erat: ulama, tokoh, dan masyarakat bahu-membahu menyelesaikan persoalan bersama, mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warga,” tambahnya.
Pelaksanaan serentak di dua desa ini mempertegas komitmen organisasi untuk terus tumbuh dan berkembang selaras dengan semangat kebangsaan. Di tengah perjalanan menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, peran organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan menjadi kekuatan tak tergantikan dalam menjaga stabilitas sosial serta menanamkan nilai moral dan etika di kehidupan bermasyarakat.
CATATAN DEBU JALANAN GATRA:
“Pohon yang rindang tak akan tumbuh kokoh jika akarnya tak menyatu dengan tanah. Begitu pula organisasi, tak akan bermanfaat jika jauh dari orang yang dilayani. Pelantikan ini bukan pemberian kekuasaan, melainkan penyerahan beban pengabdian. Bukan panggung untuk dipuji, melainkan ladang untuk ditanami kebaikan. Semoga setiap langkah yang diambil senantiasa diberkahi, menjaga damai di desa, dan menguatkan persatuan di negeri ini.”
(M.A. Zakariyya, S.E. – Debu Jalanan Gatra)



