Jakarta,OpsJurnal.Asia -
Ketersediaan hunian yang terbatas dan layak dikota kota besar terus mendapat perhatian masyarakat.
Beberapa program diluncurkan guna mendukung solusi keterbatasan namun dengan tidak mengabaikan nilai estetis dan sanitasi yang terpenuhi dengan lengkap.
Rutilahu (rumah tidak layak huni) dapat ditemui hampir disetiap sudut kota dan perkampungan menandakan ketimpangan yang terdampak akibat kesenjangan ekonomi dan sosial yang nyata.
Kalau sebagai barometer Jakarta harus menjadi contoh konkret bahwa program ini berjalan seharusnya lancar. Tapi dilapangan masih ditemukan pelaksanaan diluar ekspetasi masyarakat.
Bagaimana kualitas material tersebut nampak tak sepadan dengan spesifikasi karena juga masyarakat nguping bahwa dana nya dapat digunakan dengan kualitas baik. Memang untuk pengerjaan sampai finishing dilakukan oleh pemborong langsung.Sedangkan warga Jakarta yang rumah nya terkena program ini dipersiapkan mencari tempat kontrakan di mana biaya kontrakan ditanggung oleh pemerintah.
Sedikit nya sekitar sepuluh rumah dilingkungan RW01, dari berbagai RT di wilayah Menteng Jaya, Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat menikmati program ini.(30/5)
Simpang siur pembiayaan infrastruktur berdampak pada kualitas material yang disediakan. Dalam pandangan awak media terlihat penggunaan papan gypsum dengan berlapis triplek .
Ini terlihat juga dari penggunaan besi type holow dan baja ringan sebagai kontruksi terutama bagi pemilik rumah yang ada loteng/berntai dua.
Menurut tukang yang sedang bekerja memang spesifikasi begitu katanya.
Tersiar kabar bahwa program ini harus selesai pertengahan Juni 2026.Adapun rumah yang dibedah ini adalahkucuran danasebagian dari CSR P T Astra dan juga Kementerian terkait yaitu Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) .
Bagi masyarakat yang berminat memanfaatkan peluang untuk bedah rumah dapat mengajukan permohonan jika memang sesuai kelayakan untuk dibedah.
Permohonan dapat diakses melalui saluran digital resmi Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman juga Dinas terkait pada Pemda setempat.

