• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Ketua DPC GRIB Jaya Garut: Pancasila Bukan Sekadar Simbol, Tapi Kompas Hidup yang Harus Diamalkan Nyata

    Senin, 01 Juni 2026, Juni 01, 2026 WIB Last Updated 2026-06-01T07:14:19Z
    masukkan script iklan disini

    Garut.Opsjurnal.asia — Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni, Ketua DPD GRIB Jaya Garut, Rahmat Permana, S.Hi., M.H. menegaskan bahwa dasar negara ini harus diposisikan sebagai pedoman hidup, bukan sekadar hafalan, tulisan di dinding, atau dibacakan hanya saat upacara kenegaraan.

     

    Menurutnya, Pancasila lahir dari perjalanan sejarah panjang bangsa Indonesia sebagai jawaban atas keragaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat yang ada di Nusantara. Oleh karena itu, maknanya harus terus dihidupkan dalam setiap sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

     

    “Pancasila adalah ruh dan kompas moral yang menyatukan kita semua. Ia bukan warisan masa lalu yang sudah usang, melainkan landasan untuk masa depan. Nilai-nilainya harus tercermin dalam sikap, perbuatan, hingga cara kita mengambil keputusan — baik sebagai warga biasa maupun pemimpin,” tegas Rahmat Permana dalam pernyataannya, Senin (1/6/2026).

     


    *Nilai Pancasila sebagai Fondasi Pembangunan Daerah*

     

    Ia menjelaskan bahwa setiap sila dalam Pancasila memiliki relevansi yang sangat kuat untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan di wilayah Garut:

     

    - Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi landasan moral utama. Setiap kebijakan dan langkah pembangunan harus senantiasa berpijak pada kebenaran, kejujuran, dan tanggung jawab, sehingga tidak merugikan kepentingan rakyat banyak.

     

    - Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengajarkan agar kita saling menghormati hak orang lain, menolak segala bentuk diskriminasi, perlakuan sewenang-wenang, dan memelihara harkat martabat sesama.

     

    - Persatuan Indonesia menjadi perekat kekuatan. Perbedaan pendapat, aspirasi, dan latar belakang tidak boleh dijadikan alasan untuk berpecah belah, melainkan harus diolah menjadi kekuatan kolektif untuk membangun daerah.

     

    - Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan menjadi acuan berdemokrasi. Setiap aspirasi disampaikan melalui jalur dialog dan musyawarah, guna mencapai kesepakatan terbaik demi kepentingan bersama, bukan keuntungan golongan semata.

     

    - Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menjadi tujuan akhir yang diperjuangkan. Pembangunan dan kesejahteraan harus dinikmati secara merata, tidak hanya terpusat di satu titik, tetapi menjangkau seluruh lapisan masyarakat di setiap penjuru wilayah.


    *Ajakan Memperkokoh Persatuan*

     

    Di akhir pernyataannya, Rahmat Permana mengajak seluruh elemen masyarakat Garut untuk menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini sebagai titik balik komitmen bersama.

     

    “Mari kita tinggalkan sikap yang hanya mengagungkan Pancasila di mulut saja, tetapi lemah dalam perbuatan. Jadikan nilai-nilai luhur ini sebagai solusi atas setiap tantangan yang kita hadapi. Bersama, berlandaskan Pancasila, kita wujudkan Garut yang semakin maju, adil, damai, dan sejahtera untuk generasi sekarang dan mendatang,” pungkasnya.

    (M.A.Zakariyya S.E)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini