• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    ARL Berleluasa Bertransaksi barang haram di daerah pulau jantan

    Selasa, 23 Juni 2026, Juni 23, 2026 WIB Last Updated 2026-06-23T07:50:46Z
    masukkan script iklan disini

    LABUHANBATU UTARA – OpsJurnal.Asia – Kampung Pajak, Kecamatan Na IX‑X, makin terasa seperti wilayah yang hukumnya lain dari tempat lain. Meski berulang kali dilaporkan warga, terduga edarkan narkoba berinisial ARL masih santai lalu‑lalang di antara pemukiman, mengendalikan jaringan sabu yang menyebar dari kebun sawit hingga rumah‑rumah warga bahkan keberaniannya meluas hingga kejahatan lain, warga mengaku rumahnya sempat dibobol, tapi harap perlindungan seolah tak kunjung tiba.
     
    “Sering lewat‑lewat biasa saja, bebas hambatan. Barang kami di rumah pun pernah dibobol. Sudah lapor berkali‑kali, disisir sebentar lalu diam lagi. Akibat barang haram tersebut, kampung ini sudah tak nyaman lagi, kami bingung mau mengadu ke siapa lagi,” ujar AF (37), warga setempat dengan nada geram bercampur putus asa.
     
    Lokasi transaksi bukan tersembunyi di hutan belantara, melainkan rahasia umum warga terbuka, berulang hari, persis pola yang sama di kawasan Pulo Jantan satu zona merah, banyak bandar, semuanya bergerak seolah kebal hukum. Petugas pernah turun menyisir, tapi tak ada penindakan berkelanjutan; razia lewat sekejap, esok harinya aktivitas haram kembali ramai. Kontras tajam dengan semboyan yang dikibarkan institusi: #PolriPresisi dan #PolriHumanis.
     
    Awak media berupaya menelusuri alasan kenapa ARL belum disentuh hukum, apakah ada hambatan penegakan aturan, hingga dugaan kuat warga soal oknum yang “tutup mata”. Pesan konfirmasi dikirimkan secara jelas ke Kanit Reskrim Polsek Na IX‑X, namun jawaban yang diterima: bungkam seribu bahasa, tak satu pun pesan digubris atau ditanggapi.
     
    Kebisuan itu bukan sekadar diam ia makin mengukuhkan kecurigaan publik apakah razia cuma sandiwara seremonial demi laporan administrasi? Apakah ada benang pelindung yang membuat bandar makin nekat sampai berani merambah kejahatan pencurian? Dan apakah di sini benar berlaku dua ukuran hukum satu buat rakyat biasa, satu lagi buat pengedar yang berani?
     
    “Bandar makin berani, anak muda tergerus narkoba, kami tak aman tidur lalu aparat diam saja ditanya. Ini bukan keamanan namanya,” tambah warga lain yang enggan disebut nama demi keselamatan nyawa. Kampung Pajak kini makin kukuh dijuluki zona merah yang perlahan menggerogoti masa depan generasi muda Labuhanbatu Utara, sampai ke kawasan Rantauprapat.
     
    Tak mau sekadar mengeluh, warga bersatu suara seruan keras:
    ✅ Kepada Kapolres Labuhanbatu Utara dan Kapolda Sumatera Utara: turun tim khusus langsung, bongkar jejak ARL beserta jaringan termasuk siapa pun yang diduga melindungi tangkap di lokasi transaksi, kumpulkan barang bukti kuat, proses tuntas tak pandang bulu.
    ✅ Minta bukti nyata: hukum tak boleh cuma tertulis di aturan atau disemat jadi tagar, tapi harus terasa pelaksanaannya. Operasi seremonial tak akan mengembalikan kepercayaan yang makin runtuh ini.
    ✅ Pastikan perlindungan nyata bagi warga yang berani bicara, berhenti menjadikan pembobolan rumah dan teror diam‑diam jadi senjata bandar untuk membungkam laporan.
     
    Berita ini diturunkan dengan catatan keras: sampai detik ini, ARL masih bergerak bebas, Kanit Reskrim masih bungkam, dan keresahan warga makin mendidih. Kalau dibiarkan berlanjut, yang runtuh bukan cuma nama satu polsek tapi keyakinan seluruh warga Labura bahwa hukum masih berpihak pada mereka.

    Penulis : SAD
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini